Madurapost.co.id – Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Sumenep, Jawa Timur, mengambil langkah tegas dalam menjaga integritas institusi dengan menggelar inspeksi mendadak (sidak) dan tes urine secara menyeluruh. Langkah preventif ini dilakukan guna mendeteksi secara dini potensi penyalahgunaan narkotika di lingkungan internal lembaga tersebut.
Kegiatan pemeriksaan yang berlangsung selama dua hari, yakni pada Sabtu (31/10) hingga Minggu (1/11), menyasar 29 personel BNNK Sumenep. Tidak ada pengecualian dalam pemeriksaan ini, karena seluruh jajaran mulai dari pejabat utama, Aparatur Sipil Negara (ASN), hingga Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) wajib menjalani tes tersebut.

Kepala BNNK Sumenep, Ferry Sandy Sitepu, menegaskan bahwa tindakan ini merupakan bentuk komitmen nyata lembaga dalam memastikan seluruh anggotanya bersih dari jeratan narkoba. Menurutnya, sebagai instansi yang bertugas memerangi peredaran gelap narkotika, BNNK Sumenep harus mampu menjadi teladan bagi masyarakat luas.

Related Post
"BNNK harus menjadi contoh bagi masyarakat. Sebelum kami menjalankan tugas pencegahan dan pemberantasan narkotika di tengah masyarakat, kami harus memastikan seluruh personel kami bersih terlebih dahulu dari penyalahgunaan narkotika," ujar Ferry saat memantau langsung jalannya kegiatan tersebut.
Ferry juga memberikan peringatan keras terkait kedisiplinan anggota. Ia menyatakan bahwa pihaknya tidak akan memberikan toleransi sedikit pun bagi personel yang terbukti terlibat dalam penyalahgunaan maupun jaringan peredaran gelap narkotika. Setiap pelanggaran yang ditemukan akan diproses secara hukum sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
Berdasarkan hasil pemeriksaan medis melalui tes urine yang dilakukan selama dua hari tersebut, seluruh 29 personel dinyatakan negatif dari penggunaan narkotika. Hasil ini menjadi catatan positif bagi kinerja internal BNNK Sumenep dalam menjaga profesionalisme kerja.
Meski hasilnya nihil, Ferry menekankan bahwa pengawasan internal tidak akan berhenti sampai di sini. Ia memastikan bahwa pengawasan akan dilakukan secara berkelanjutan untuk menjaga kedisiplinan dan tanggung jawab seluruh personel dalam menjalankan tugas negara.
"Upaya ini kami lakukan untuk meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap institusi kami. Kami berkomitmen penuh untuk mendukung terwujudnya Indonesia yang bersih dari narkoba," tambahnya.
Dengan adanya langkah proaktif ini, BNNK Sumenep berharap dapat memperkuat integritas lembaga. Transparansi dalam pengawasan internal ini diharapkan mampu meningkatkan kepercayaan publik terhadap kinerja BNNK Sumenep dalam upaya pemberantasan narkotika di wilayah Sumenep dan sekitarnya.



































Tinggalkan komentar