Strategi Indonesia Perkuat Ketahanan Global

Madurapost.co.id – Indonesia kembali menunjukkan peran aktifnya di panggung diplomasi internasional dengan membawa misi krusial terkait stabilitas dunia. Dalam pertemuan tingkat Menteri Luar Negeri G20 yang digelar di Atlanta, Amerika Serikat, Indonesia secara tegas menekankan bahwa penguatan ketahanan nasional merupakan kunci utama untuk membangun ketahanan di tingkat kawasan maupun global.

Menteri Luar Negeri Republik Indonesia, Arrmanatha Nasir, menyampaikan bahwa ketiga aspek ketahanan tersebut—nasional, kawasan, dan global—merupakan satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan. Menurutnya, stabilitas dunia hanya dapat dicapai jika setiap negara mampu memperkuat fondasi domestiknya, yang kemudian akan memberikan dampak positif bagi stabilitas kawasan, dan pada akhirnya memperkokoh ketahanan global melalui kerja sama multilateral yang efektif.

Strategi Indonesia Perkuat Ketahanan Global
Gambar Istimewa : cdn.antaranews.com

Dalam rangkaian pertemuan yang berlangsung pada 30-31 Oktober tersebut, Menlu Arrmanatha terlibat aktif dalam tiga sesi pleno utama yang membahas isu-isu strategis dunia, yakni geopolitik, energi, serta rantai pasok global.

COLLABMEDIANET

Pada sesi geopolitik, Indonesia menyoroti dampak destruktif dari konflik antarnegara yang tengah terjadi. Arrmanatha menekankan bahwa ketegangan geopolitik saat ini memberikan beban berat, terutama bagi negara-negara berkembang seperti Indonesia. Sebagai solusi, Indonesia menyerukan pentingnya deeskalasi konflik melalui dialog yang konstruktif serta pembangunan kerja sama yang saling menguntungkan antarnegara. Selain itu, Indonesia kembali mengingatkan dunia untuk patuh pada Konvensi PBB tentang Hukum Laut (UNCLOS) 1982 guna menjamin kebebasan navigasi di perairan internasional.

Beralih ke isu energi, Indonesia menegaskan bahwa kemandirian energi adalah pilar penting dari ketahanan nasional. Menlu Arrmanatha memaparkan langkah konkret yang sedang ditempuh Indonesia, seperti implementasi program biodiesel B50 serta ambisi besar pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) dengan kapasitas mencapai 100 gigawatt. Ia memberikan pesan kuat bahwa krisis energi yang melanda dunia seharusnya menjadi katalisator untuk mempercepat transisi energi hijau, bukan justru menjadi alasan untuk kembali ke energi fosil.

Terkait isu rantai pasok, Indonesia mendorong terciptanya kepastian dalam sistem perdagangan multilateral. Indonesia mengusulkan agar pusat-pusat produksi global tidak hanya terpusat di negara maju, tetapi juga didistribusikan ke negara-negara berkembang. Hal ini bertujuan untuk menciptakan kemitraan teknologi yang lebih inklusif. Selain itu, Indonesia menekankan perlunya penyediaan pembiayaan jangka panjang dengan biaya yang terjangkau guna mendukung kesiapsiagaan rantai pasok global.

Di sela-sela agenda pleno, Menlu RI juga melakukan serangkaian pertemuan bilateral dengan sejumlah menteri luar negeri dari berbagai negara, termasuk Rusia, Turkiye, Inggris, Kanada, hingga Arab Saudi. Pertemuan ini merupakan bagian dari rangkaian agenda Presidensi Amerika Serikat di G20, yang nantinya akan mencapai puncaknya pada KTT G20 di Miami pada Desember 2026 mendatang. Melalui langkah ini, Indonesia terus berupaya memastikan kepentingan nasional dan suara negara berkembang tetap terdengar di kancah dunia.

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar