Madurapost.co.id – Dunia kerja di sektor logistik dan kepelabuhanan sering kali dianggap sebagai bidang yang hanya bisa diisi oleh tenaga teknis lapangan. Namun, persepsi ini coba diubah oleh PT Pelindo Terminal Petikemas melalui sebuah inisiatif edukatif yang menyasar generasi muda sejak dini. Melalui program bertajuk "Pelindo Mengajar", perusahaan pelat merah ini berupaya membuka mata para siswa sekolah menengah atas mengenai luasnya spektrum karier yang tersedia di industri maritim.
Langkah strategis ini dilakukan untuk memberikan gambaran nyata kepada para pelajar mengenai kompleksitas operasional pelabuhan. Selama ini, banyak siswa yang hanya melihat pelabuhan sebagai tempat bersandarnya kapal atau lokasi bongkar muat barang semata. Padahal, di balik aktivitas tersebut, terdapat ekosistem besar yang menggerakkan roda ekonomi nasional dan membutuhkan berbagai macam keahlian profesional.

Direktur Keuangan, Sumber Daya Manusia, dan Manajemen Risiko PT Pelindo Terminal Petikemas, Yogi Firdaus, menegaskan bahwa pengenalan industri sejak bangku sekolah sangatlah krusial. Menurutnya, pemahaman dini akan kebutuhan kompetensi di dunia kerja akan membantu siswa dalam mengenali potensi diri mereka. Dengan begitu, mereka tidak hanya sekadar lulus sekolah, tetapi juga memiliki kesiapan mental dan keterampilan yang relevan dengan kebutuhan industri masa depan.

Related Post
Dalam salah satu rangkaian kegiatannya yang berlangsung di SMA Negeri 1 Pandeglang, Banten, Yogi memaparkan bahwa sektor kepelabuhanan membutuhkan talenta dari berbagai latar belakang pendidikan. Tidak hanya bidang operasional terminal atau teknik, namun profesi di bidang teknologi informasi, keuangan, manajemen sumber daya manusia, hingga ahli komunikasi sangat dibutuhkan untuk menjaga kelancaran rantai logistik nasional.
Program "Pelindo Mengajar" sendiri bukanlah agenda sekali jalan. Sejak diluncurkan pada tahun 2022, program ini telah menunjukkan dampak yang signifikan. Hingga November 2026, inisiatif ini ditargetkan mampu menjangkau lebih banyak sekolah di seluruh penjuru Indonesia. Tercatat, sudah ada 13 sekolah dengan total 1.925 siswa yang telah mendapatkan wawasan langsung dari para praktisi industri melalui program ini.
Kehadiran program ini juga membawa dampak emosional bagi para siswa. Vino Andhika, seorang siswa kelas XI di SMA Negeri 1 Pandeglang, mengaku sangat terinspirasi setelah mendengar paparan dari Yogi Firdaus. Sebagai putra daerah yang berhasil menduduki posisi strategis di perusahaan pengelola terminal peti kemas nasional, sosok Yogi menjadi bukti nyata bahwa anak daerah memiliki kesempatan yang sama untuk berkarier di Badan Usaha Milik Negara (BUMN).
Selain memberikan edukasi, PT Pelindo Terminal Petikemas juga menunjukkan komitmennya melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL). Sebagai bentuk kepedulian terhadap fasilitas pendidikan, perusahaan menyalurkan bantuan berupa renovasi lapangan olahraga sekolah. Hal ini diharapkan dapat menunjang aktivitas fisik dan pengembangan bakat siswa di luar jam pelajaran.
Kepala SMA Negeri 1 Pandeglang, Jubaedi, memberikan apresiasi tinggi atas inisiatif ini. Ia menilai bahwa sinergi antara dunia pendidikan dan industri seperti yang dilakukan Pelindo sangat membantu siswa dalam memperluas cakrawala berpikir mengenai peran penting BUMN dalam mendukung konektivitas dan perekonomian Indonesia. Melalui edukasi ini, diharapkan generasi muda Indonesia siap menjadi motor penggerak pembangunan nasional di masa mendatang.



































Tinggalkan komentar