madurapost.co.id – Bumi Blambangan kembali mengukuhkan posisinya sebagai magnet pariwisata. Kali ini, bukan hanya pesona alamnya yang mendunia, melainkan juga lewat gelaran akbar yang memacu adrenalin: Banyuwangi Ijen Geopark BIG Downhill. Event spektakuler ini tak sekadar ajang balap sepeda ekstrem, namun juga motor penggerak roda ekonomi lokal yang menjanjikan.
Pemerintah Kabupaten Banyuwangi secara serius menggarap sektor wisata olahraga. Bupati Ipuk Fiestiandani menegaskan komitmen daerah untuk terus mengembangkan sport tourism. Selain BIG Downhill yang sudah mendunia, agenda lain seperti Push Bike untuk anak-anak, BMX, hingga Gravel siap memanjakan para pecinta olahraga ekstrem di bulan Oktober mendatang. Kehadiran ribuan atlet dan wisatawan dari berbagai penjuru nusantara ini diyakini mampu menghidupkan kembali denyut nadi perekonomian, khususnya bagi para pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah.

Pada puncak acara, Bupati Ipuk secara langsung menyerahkan medali kepada para juara BIG Downhill 2026. Ia menyampaikan apresiasi mendalam kepada seluruh pihak yang telah menyukseskan gelaran ini. Mulai dari Federasi Balap Sepeda Internasional UCI, para atlet, official, panitia, sponsor, komunitas, relawan, tim medis, aparat keamanan, marshal, hingga masyarakat yang memberikan dukungan penuh.

Related Post
Munif selaku Ketua Panitia Penyelenggara BIG Downhill 2026 mengungkapkan kebanggaannya. Ini adalah kali ketujuh Banyuwangi menjadi tuan rumah ajang bergengsi ini, dan secara konsisten masuk dalam kalender resmi UCI. Bahkan, dalam tiga tahun terakhir, status kompetisinya telah naik menjadi UCI Class 1 atau C1, menandakan level internasional yang diakui. Dampak ekonomi dari perhelatan ini sungguh terasa. Penginapan dan homestay di sekitar lokasi acara hingga wilayah Glagah penuh sesak. Kebutuhan konsumsi dan oleh-oleh peserta turut memutar roda ekonomi warga lokal, menciptakan multiplier effect yang signifikan. Harapannya, acara ini akan terus tumbuh semakin besar dan meriah di tahun-tahun mendatang.
Sebanyak 216 pembalap sepeda dari berbagai daerah di Indonesia, mulai dari Jawa Timur, Bali, Jepara, Solo, Salatiga, Yogyakarta, Cilacap, Bekasi, Jakarta, Bandung, Poso, hingga Mataram, saling adu kecepatan dan ketangkasan. Mereka berjuang menaklukkan trek ekstrem sepanjang 2,3 kilometer di Gantasan Bike Park Kecamatan Licin. Setelah sesi kualifikasi yang ketat di hari pertama untuk menentukan posisi start, persaingan sengit berlanjut ke putaran final yang penuh drama.
Para peserta harus menghadapi tantangan luar biasa di lintasan yang dirancang khusus. Tanjakan curam, turunan terjal, tikungan tajam yang menguji nyali, bebatuan licin, hingga rintangan buatan seperti drop pohon, wallride kayu, super bowl, dan big drop, menuntut konsentrasi penuh dan skill tingkat tinggi. Setiap pembalap harus mengerahkan seluruh kemampuan fisik dan mental untuk bisa mencapai garis finis dan meraih podium juara. Suksesnya BIG Downhill ini menjadi bukti nyata bahwa Banyuwangi siap menjadi episentrum sport tourism di Indonesia.










































Tinggalkan komentar