madurapost.co.id – Sutradara kawakan Hanung Bramantyo kembali mengguncang layar lebar dengan karya terbarunya berjudul "Lobang Buaya". Film ini bukan sekadar tontonan biasa melainkan sebuah ajakan serius bagi generasi muda agar tidak terjebak amnesia sejarah terutama terkait peristiwa kelam tahun 1965. Hanung secara khusus menggandeng mahasiswa Universitas Jember Unej untuk menyaksikan pemutaran spesial di Kota Cinema Mall KCM Jember Jawa Timur baru-baru ini.
Hanung mengungkapkan bahwa film sejarah seringkali kurang diminati penonton muda padahal mereka adalah mayoritas pengunjung bioskop saat ini. "Film bertema anak muda bisa meraup sukses besar namun film sejarah cenderung sepi penonton" ujarnya. Melalui "Lobang Buaya" ia bertekad menjadikan medium sinema sebagai jembatan untuk memperkenalkan kembali narasi sejarah kepada audiens yang lebih muda.

Suami dari Zaskia Adya Mecca ini menekankan bahwa peristiwa 1965 bukan hanya soal penculikan dan pembunuhan jenderal di Jakarta. "Anak muda jangan sampai melupakan sebuah tragedi besar di tahun 1965 karena peristiwa saat itu tidak semata-mata berkaitan dengan peristiwa penculikan dan pembunuhan sejumlah jenderal di Jakarta namun ada peristiwa konflik politik dan ideologi juga terjadi di Jatim" tuturnya. Film ini mengambil latar waktu satu tahun sebelum tragedi nasional tersebut mencakup pembantaian massal dan kerusuhan di sebuah desa bernama Lobang Buaya.

Related Post
"Lobang Buaya" bukan film horor yang menakutkan melainkan sebuah drama misteri investigasi yang membedah kematian misterius tujuh orang. Hanung menjelaskan bahwa film ini juga membongkar isu sosial mengenai praktik merugikan masyarakat desa yang diwakili oleh "7 Setan Desa". Istilah ini menjadi fondasi narasi untuk menggambarkan kelompok-kelompok yang dianggap meresahkan termasuk birokrat koruptor rentenir dan pihak yang berambisi menguasai sumber daya.
Isu-isu tersebut disandingkan dengan latar sejarah 1965 untuk menghubungkan persoalan masa lalu dengan permasalahan sosial yang masih relevan hingga kini. Hanung menegaskan bahwa ia membuat film untuk merefleksikan kondisi sosial keagamaan dan politik masyarakat.
Sambutan hangat menyelimuti rangkaian roadshow film Hanung Bramantyo di Jember. Bekerja sama dengan Universitas Jember acara bertajuk "Mencari Dalangnya Duluan bareng Universitas Jember" sukses memikat ratusan pasang mata mahasiswa dan penonton umum yang memadati bioskop KCM Jember. Usai pemutaran film dilanjutkan sesi workshop perfilman eksklusif bersama Hanung Bramantyo. Mahasiswa Unej berkesempatan berinteraksi langsung mengupas tuntas seluk-beluk kreatif di balik penggarapan cerita penulisan skenario hingga dramaturgi sinematik.
Film "Lobang Buaya" yang dibintangi Baskara Mahendra Carissa Perusset Iskak Khivano Anya Zen dan Mathias Muchus dijadwalkan tayang serentak di seluruh bioskop pada 1 Oktober 2026 bertepatan dengan peringatan Hari Kesaktian Pancasila.










































Tinggalkan komentar