Karya Nyata Jadi Kunci Patriotisme Muda

Karya Nyata Jadi Kunci Patriotisme Muda

Madurapost.co.id – Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek), Brian Yuliarto, memberikan pesan mendalam bagi generasi muda Indonesia mengenai makna nasionalisme di era modern. Menurutnya, rasa cinta terhadap tanah air tidak lagi cukup hanya diungkapkan melalui kata-kata atau slogan semata, melainkan harus dibuktikan melalui pencapaian nyata yang mampu diakui oleh dunia internasional.

Dalam keterangannya di Jakarta, Brian menekankan bahwa wajah patriotisme masa depan adalah kemampuan anak bangsa dalam melahirkan karya-karya inovatif yang mampu bersaing di kancah global. Ia mendorong para pemuda untuk menanamkan karakter yang kuat, yakni kombinasi antara kegigihan, empati, dan semangat patriotik yang tinggi sebagai modal utama membangun bangsa.

Karya Nyata Jadi Kunci Patriotisme Muda
Gambar Istimewa : cdn.antaranews.com

"Menjadi nasionalis di masa depan berarti menjadi patriotik. Artinya, bagaimana kita mampu membawa karya-karya anak bangsa hingga ke tingkat dunia," tegas Brian. Ia meyakini bahwa karya yang mendunia akan menjadi identitas sekaligus bukti nyata dari pencapaian besar bangsa Indonesia di mata masyarakat global.

COLLABMEDIANET

Lebih lanjut, Brian mengingatkan bahwa Indonesia tidak bisa mencapai status negara maju jika hanya bekerja dengan standar yang biasa-biasa saja. Ia menekankan pentingnya memiliki ambisi yang besar dan target yang terukur. Menurutnya, kemajuan sebuah bangsa memerlukan lonjakan kualitas yang signifikan, bukan sekadar usaha yang dilakukan secara setengah hati.

"Saya selalu menekankan bahwa tidak ada satu pun bangsa di dunia ini yang bisa menjadi bangsa maju jika mereka hanya melakukan hal-hal yang sekadarnya," ujarnya dengan nada optimis namun penuh peringatan.

Sebagai gambaran konkret mengenai tantangan ekonomi yang dihadapi, Mendiktisaintek memaparkan perbandingan pendapatan per kapita. Ia menjelaskan bahwa negara-negara maju umumnya telah mencapai angka pendapatan sekitar 15.000 dolar AS per kapita. Sementara itu, Indonesia saat ini masih berada di kisaran 5.000 dolar AS per kapita.

Kesenjangan ini menunjukkan bahwa Indonesia perlu melakukan lompatan besar, setidaknya meningkatkan pendapatan per kapitanya hingga tiga kali lipat dari kondisi saat ini. Untuk mencapai target ambisius tersebut, Brian menegaskan bahwa seluruh elemen bangsa, terutama generasi muda, harus memiliki mentalitas pemenang dan daya saing yang tinggi.

Ia juga mengajak generasi muda untuk membuang jauh-jauh rasa rendah diri saat melihat kemajuan negara lain. Sebaliknya, Indonesia harus membangun kepercayaan diri sebagai bangsa besar yang memiliki potensi luar biasa untuk bersaing.

"Jika kita memiliki tiga karakter utama—patriotik, gigih, dan berempati—saya sangat yakin anak-anak muda kita akan mencapai titik keberhasilan yang luar biasa," pungkasnya. Melalui penguatan karakter ini, diharapkan lahir inovasi-inovasi yang tidak hanya membanggakan nama bangsa, tetapi juga memberikan manfaat luas bagi kesejahteraan masyarakat.

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar