Madurapost.co.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyuwangi, Jawa Timur, tengah melakukan terobosan baru dalam upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui institusi keagamaan. Tidak ingin masjid hanya menjadi tempat sujud semata, Pemkab Banyuwangi mendorong seluruh pengurus atau takmir masjid untuk bertransformasi menjadi pusat pemberdayaan ekonomi umat.
Langkah konkret ini diwujudkan melalui program pelatihan bertajuk "Masjid Affiliate". Program ini menyasar ratusan pengurus masjid di seluruh wilayah Banyuwangi dengan tujuan memberikan wawasan baru mengenai pengelolaan aset masjid yang lebih produktif dan berdampak luas bagi lingkungan sekitar.

Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, menegaskan bahwa masjid memiliki potensi ekonomi yang sangat besar jika dikelola dengan manajemen yang modern. Menurutnya, masjid seharusnya hadir sebagai solusi nyata bagi persoalan sosial dan ekonomi yang dihadapi jamaah, terutama dalam membantu pemasaran produk Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

Related Post
"Pengelolaan aset dan aktivitas masjid perlu dikembangkan agar memberikan manfaat yang lebih luas, tidak hanya untuk jamaah, tetapi juga bagi lingkungan sekitarnya," ujar Ipuk saat memberikan keterangan di Banyuwangi, Kamis.
Salah satu poin penting yang ditekankan oleh Bupati Ipuk adalah keterlibatan generasi muda. Ia mendorong para takmir masjid untuk memberikan ruang bagi anak muda dalam kepengurusan maupun kegiatan masjid. Berdasarkan pengalaman pribadinya saat aktif di organisasi remaja masjid di Jakarta, Ipuk meyakini bahwa energi dan kreativitas anak muda adalah kunci utama dalam menghidupkan suasana masjid di era modern.
"Mudah-mudahan dengan hadirnya anak-anak muda yang mau merelakan waktu dan tenaganya untuk memakmurkan masjid melalui program affiliate ini, pengelolaan masjid kita akan menjadi jauh lebih baik dan dinamis," tambahnya.
Pelatihan Masjid Affiliate ini merupakan bagian dari rangkaian perayaan menyambut Hari Santri Nasional (HSN) 2026. Dalam kegiatannya, pelatihan ini diikuti oleh sekitar 150 peserta yang terdiri dari pengurus masjid serta melibatkan kelompok ibu-ibu pelaku UMKM.
Untuk memberikan pemahaman yang mendalam, Pemkab Banyuwangi menghadirkan narasumber ahli dari Masjid Affiliate Al Kahfi Bandung, yakni Anggrita Putra Utama dan Muhammad Tristan Azaria. Konsep yang dibawa adalah menempatkan masjid sebagai pusat solusi ekonomi, di mana produk-produk UMKM di sekitar masjid dapat dipasarkan secara luas melalui jejaring Masjid Affiliate.
Melalui program ini, diharapkan masjid tidak lagi hanya menjadi bangunan fisik untuk ibadah ritual, melainkan menjadi jantung penggerak ekonomi kerakyatan yang mampu mengangkat derajat kesejahteraan umat secara mandiri dan berkelanjutan.










































Tinggalkan komentar