madurapost.co.id – Kabar terbaru mengenai nasib rombongan jurnalis dan kru kapal Arupadhatu 1 yang lenyap secara misterius di Selat Sunda masih menyisakan tanda tanya besar. Hasil pencocokan DNA antara keluarga para korban dengan jasad tak dikenal yang ditemukan di perairan Pulau Enggano Bengkulu hingga kini belum membuahkan kepastian yang dinanti-nanti. Sebuah titik terang yang diharapkan dapat mengakhiri penantian panjang justru masih menggantung.
Kepala Kantor SAR Banten Al Amrad dalam konferensi pers yang digelar di Posko Utama SAR Gabungan Pantai Carita Pandeglang Banten menegaskan bahwa proses identifikasi ini menjadi kunci utama. Seluruh data dan sampel yang dibutuhkan untuk menunjang proses pencocokan DNA telah diserahkan oleh tim SAR gabungan kepada Tim Diagnostic Visual Identification DVI Polda Bengkulu. "Semua sudah kami kirimkan, hingga saat ini kami masih menunggu," ujar Al Amrad yang juga menjabat sebagai SAR Mission Coordinator SMC dalam operasi pencarian ini.

Penyelarasan data DNA antemortem yang diambil dari keluarga korban dengan sampel postmortem dari jasad yang ditemukan sangatlah krusial. Ini adalah harapan terakhir untuk memastikan apakah jasad tanpa identitas tersebut merupakan bagian dari delapan orang yang hilang. Proses ini menjadi semakin mendesak mengingat operasi pencarian yang telah berlangsung selama sembilan hari di perairan sekitar Gunung Anak Krakatau, meliputi Provinsi Banten Lampung dan Bengkulu, belum menemukan petunjuk signifikan lainnya.

Related Post
Kapal cepat Arupadhatu










































Tinggalkan komentar