Madurapost.co.id – Dunia sedang mengalami transformasi besar-besaran seiring dengan pesatnya perkembangan teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI). Fenomena ini menuntut kesiapan mental dan intelektual dari generasi muda yang nantinya akan memegang kendali kepemimpinan. Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas Pendidikan (Kadindik) Jawa Timur, Aries Agung Paewai, menekankan pentingnya penguasaan teknologi dan kemandirian berpikir bagi calon pemimpin masa depan.
Menurut Aries, tantangan yang dihadapi oleh Generasi Z saat ini jauh lebih kompleks dibandingkan generasi pendahulu. Kehadiran algoritma yang masif, ancaman disinformasi, polarisasi sosial, hingga tuntutan kompetensi di level global menjadi ujian nyata bagi para calon pemimpin. Ia menegaskan bahwa seorang pemimpin tidak boleh hanya sekadar mengikuti arus, melainkan harus memiliki pemikiran yang mandiri.

"Seorang pemimpin harus memiliki pemikirannya sendiri. Keputusan yang diambil harus berdasarkan pengecekan data yang akurat serta telaah yang mendalam," ujar Aries saat memberikan keterangan di Surabaya.

Related Post
Lebih lanjut, Aries menjelaskan bahwa di tengah gempuran teknologi, wawasan kebangsaan tetap menjadi fondasi utama. Ia menekankan bahwa pemahaman terhadap nilai-nilai kebangsaan bukanlah sekadar hafalan materi di bangku sekolah, melainkan sebuah cara pandang dalam mengambil keputusan demi kepentingan bangsa. Landasan utama yang harus dipegang teguh adalah Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika.
Dalam upaya menyiapkan sumber daya manusia yang unggul, Aries menggarisbawahi tiga pilar kemampuan kepemimpinan yang harus dipupuk sejak dini. Ketiga pilar tersebut adalah kemampuan memimpin diri sendiri, kemampuan memimpin orang lain, serta kemampuan memimpin perubahan.
Bagi siswa, terutama mereka yang menempuh pendidikan di sekolah berbasis taruna, penguasaan terhadap teknologi terbaru dan bahasa internasional menjadi sebuah keharusan. Selain itu, penggunaan AI harus dilakukan secara bijak. Visi yang ingin dicapai adalah mencetak generasi yang mampu belajar dari perkembangan dunia, namun tetap membawa manfaat nyata kembali ke tanah air, Indonesia.
Selain kecerdasan intelektual, karakter juga menjadi kunci utama. Aries menyebutkan bahwa karakter kepemimpinan dibentuk melalui integritas dalam perilaku sehari-hari. Hal-hal sederhana seperti kejujuran saat ujian, tidak memalsukan laporan, keberanian mengakui kesalahan, hingga keberanian menyuarakan kebenaran meskipun tidak populer, adalah fondasi karakter yang sangat krusial.
Di sisi lain, Direktur Sumber Daya Manusia Direktorat Jenderal Potensi Ketahanan Kementerian Pertahanan RI, Brigjen TNI Raden Yoga Raharja, turut memberikan pandangannya. Ia menyebut pemuda adalah kekuatan strategis yang akan menentukan masa depan pertahanan negara.
Yoga mengingatkan bahwa ancaman pertahanan saat ini telah bergeser. Ancaman tidak lagi hanya bersifat militer konvensional, melainkan merambah ke ranah siber, penyebaran disinformasi, radikalisme, narkoba, hingga isu krisis lingkungan dan ketimpangan sosial. Oleh karena itu, kesiapan mental dan literasi teknologi menjadi harga mati bagi generasi muda untuk menjaga kedaulatan bangsa di masa depan.










































Tinggalkan komentar