Perang Melawan Karhutla Libatkan Ratusan Ribu Personel

Madurapost.co.id – Upaya pemerintah Indonesia dalam menanggulangi ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) memasuki babak baru dengan pengerahan kekuatan besar-besaran. Sepanjang tahun 2026, tercatat lebih dari 100.000 personel telah diterjunkan ke berbagai titik rawan untuk memastikan api tidak meluas dan merusak ekosistem nasional.

Kabar mengenai besarnya skala operasi ini disampaikan langsung oleh Menteri Lingkungan Hidup, Jumhur Hidayat. Dalam kunjungannya ke lokasi kebakaran di Kecamatan Tulung Selapan, Kabupaten Ogan Komering Ilir, Sumatera Selatan, pada Minggu, ia menegaskan bahwa mobilisasi massa ini merupakan bentuk komitmen serius negara dalam menghadapi krisis lingkungan tahunan.

Perang Melawan Karhutla Libatkan Ratusan Ribu Personel
Gambar Istimewa : cdn.antaranews.com

Kunjungan lapangan tersebut bukan sekadar seremoni, melainkan langkah strategis untuk melihat langsung kondisi di garis depan. Menteri Jumhur ingin memastikan bahwa para petugas yang bekerja tanpa henti di medan yang sulit mendapatkan dukungan penuh dari pemerintah pusat.

COLLABMEDIANET

"Kehadiran saya di sini secara khusus untuk menyampaikan salam hangat serta apresiasi yang setinggi-tingginya dari Presiden Prabowo Subianto kepada seluruh personel yang sedang berjuang di lapangan," ujar Jumhur di sela-sela inspeksi.

Ia memberikan pujian mendalam kepada para petugas yang sering kali bekerja di balik layar, jauh dari sorotan media, namun memegang peran krusial dalam menjaga kelestarian hutan. Pasukan pemadam ini merupakan kolaborasi lintas sektoral yang melibatkan tim Manggala Agni, TNI, Polri, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), relawan, hingga masyarakat lokal yang bahu-membahu memadamkan api.

Namun, perjuangan ini tidaklah murah. Di balik dedikasi para petugas, terdapat pengorbanan nyawa yang menyedihkan. Menteri Jumhur menyampaikan rasa duka cita yang mendalam atas jatuhnya korban dalam operasi pengendalian api tersebut. Berdasarkan data yang dihimpun, setidaknya ada 10 personel yang dilaporkan meninggal dunia atau mengalami luka-luka saat menjalankan tugas berbahaya di tengah kobaran api.

Saat ini, pemerintah telah menetapkan enam provinsi sebagai zona prioritas utama dalam manajemen kebakaran hutan, yakni Kalimantan Tengah, Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan, Riau, Sumatera Selatan, dan Jambi. Fokus utama diarahkan pada wilayah-wilayah ini karena memiliki kerentanan tinggi terhadap kebakaran lahan gambut.

Meskipun tantangan masih besar, data terbaru dari Kementerian Kehutanan menunjukkan tren positif. Per 31 Oktober 2026, jumlah titik panas (hotspot) dengan tingkat kepercayaan tinggi di seluruh Indonesia mengalami penurunan menjadi 96 titik, turun signifikan dari 160 titik yang tercatat pada hari sebelumnya.

Di enam provinsi prioritas, tercatat ada 19 titik panas yang sedang dipantau ketat. Rinciannya meliputi 15 titik di Kalimantan Tengah, tiga titik di Sumatera Selatan, dan satu titik di Kalimantan Selatan. Kabar baiknya, wilayah Kalimantan Barat, Riau, dan Jambi dilaporkan bersih dari titik panas hingga saat ini. Melansir laporan dari madurapost.co.id, pemerintah terus memperkuat koordinasi agar penurunan angka titik panas ini dapat bertahan hingga akhir tahun.

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar