Kinerja BUMD Jatim Terkuak Begini Hasilnya

Kinerja BUMD Jatim Terkuak Begini Hasilnya

madurapost.co.id – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Jawa Timur mendesak Pemerintah Provinsi untuk segera meninjau ulang cara penilaian kinerja Badan Usaha Milik Daerah BUMD. Bukan sekadar melihat untung rugi legislator ini menekankan pentingnya mengukur sumbangsih BUMD terhadap Pendapatan Asli Daerah PAD. Sebuah pendekatan baru yang diharapkan mampu mengungkap potensi sebenarnya dari aset-aset daerah.

Fuad Benardi seorang anggota Komisi C DPRD Jatim sekaligus dari Fraksi PDI Perjuangan menegaskan bahwa evaluasi BUMD harus dilakukan secara komprehensif. Ini berarti mempertimbangkan segala aspek mulai dari modal yang telah ditanamkan aset yang dimiliki keuntungan yang dihasilkan dividen yang disetorkan hingga manfaat ekonomi riil yang kembali ke masyarakat dan kas daerah. Jangan sampai entitas BUMD terus membesar namun kontribusinya terhadap PAD justru tidak sebanding dengan investasi awal dari anggaran daerah.

Kinerja BUMD Jatim Terkuak Begini Hasilnya
Gambar Istimewa : cdn.antaranews.com

Sorotan tajam tertuju pada kontribusi BUMD terhadap PAD Jawa Timur pada tahun 2026 yang angkanya mencapai sekitar Rp48861 miliar. Fakta mengejutkan terungkap bahwa sekitar Rp420 miliar atau 86 persen dari total tersebut berasal dari satu entitas saja yakni Bank Jatim. Sementara itu seluruh BUMD lainnya secara kolektif hanya mampu menyumbang sekitar 14 persen. Disparitas ini tentu menjadi alarm keras bagi Pemprov Jatim dan DPRD untuk segera merumuskan strategi penyertaan modal daerah yang lebih efektif dan menghasilkan nilai tambah yang proporsional.

COLLABMEDIANET

Menurut Fuad ada beberapa tolok ukur kinerja yang bisa diterapkan untuk mengukur efektivitas BUMD. Antara lain Return on Equity ROE yang mengukur kemampuan perusahaan menghasilkan laba dibandingkan dengan modal yang disuntikkan. Selain itu Return on Assets ROA dividend yield dan PMD recovery juga harus menjadi parameter utama. Ini bukan lagi soal sekadar bertanya apakah BUMD ini untung atau rugi namun lebih dalam lagi berapa keuntungan yang berhasil mereka ciptakan dibandingkan dengan besarnya modal daerah yang telah diinvestasikan.

Lebih jauh peninjauan ini tidak boleh hanya berhenti pada perusahaan induk saja. Seluruh ekosistem bisnis BUMD termasuk anak usaha perusahaan patungan entitas afiliasi dan struktur holding harus turut dipetakan dan dievaluasi. Beberapa BUMD seperti PT Panca Wira Usaha Jatim PT Jatim Grha Utama dan PT Petrogas Jatim Utama perlu dianalisis secara menyeluruh bersama dengan seluruh jaringan bisnisnya. Ini untuk memastikan tidak ada celah yang membuat potensi keuntungan daerah terbuang sia-sia.

Pada akhirnya setiap penyertaan modal dari daerah harus disertai dengan target yang jelas dan terukur. Target pendapatan laba dividen dan pengembalian modal harus ditetapkan secara spesifik sejak awal. Dengan

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar