Madurapost.co.id – Pemerintah Kabupaten Blitar terus menunjukkan komitmen nyata dalam memperkuat sektor pangan melalui langkah modernisasi yang masif. Sebagai upaya mendongkrak produktivitas lahan dan efisiensi kerja para petani, Pemkab Blitar resmi menyalurkan bantuan sebanyak 113 unit alat dan mesin pertanian (alsintan) kepada berbagai kelompok tani di wilayah tersebut.
Langkah strategis ini bukan sekadar pemberian bantuan fisik, melainkan bagian dari visi besar untuk mengubah wajah pertanian tradisional menjadi lebih modern dan berbasis teknologi. Bupati Blitar, Rijanto, menekankan bahwa ketersediaan alat canggih harus berjalan beriringan dengan kesiapan sumber daya manusia, khususnya generasi muda. Menurutnya, tantangan masa depan bukan lagi soal tenaga fisik semata, melainkan penguasaan teknologi.

"Seiring dengan kemajuan zaman, tanpa menyiapkan generasi muda yang andal dan memahami teknologi, daerah kita yang merupakan daerah pertanian bisa tertinggal jika tidak dipersiapkan sejak awal," tegas Rijanto saat memberikan keterangan di Blitar, Rabu. Ia meyakini bahwa keterlibatan pemuda yang melek teknologi akan menjadi kunci agar sektor pertanian tetap relevan dan kompetitif di tengah perubahan zaman yang sangat cepat.

Related Post
Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Blitar, Setiyana, merinci bahwa bantuan alat pertanian ini merupakan hasil kolaborasi pendanaan yang bersumber dari APBN, APBD Provinsi Jawa Timur, serta APBD Kabupaten Blitar. Keberagaman sumber dana ini menunjukkan adanya sinergi yang kuat antara pemerintah pusat, provinsi, dan daerah dalam mendukung ketahanan pangan.
Adapun rincian bantuan yang diserahkan mencakup berbagai kebutuhan krusial petani, mulai dari tahap pengolahan lahan hingga masa panen. Bantuan tersebut terdiri dari satu unit combine harvester berukuran besar, dua unit mesin tanam (transplanter), tiga unit traktor tangan, serta total 107 unit pompa air yang terdiri dari 47 unit ukuran empat inci dan 60 unit ukuran tiga inci.
Proses penyaluran alsintan ini dilakukan berbarengan dengan peresmian sekretariat Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Karya Tani Mandiri di Kelurahan Bajang, Kecamatan Talun. Melalui bantuan ini, pemerintah berharap petani dapat memangkas waktu kerja dan biaya operasional, sehingga keuntungan yang didapat bisa lebih maksimal. Kehadiran pompa air juga menjadi solusi vital untuk menjaga ketersediaan air, terutama saat menghadapi musim kemarau agar produksi tetap berkelanjutan.
Tak hanya soal mesin, Pemkab Blitar juga memberikan perhatian pada aspek benih dengan menyalurkan bantuan benih jagung kepada yayasan yatim piatu di kawasan Gedog. Program ini diharapkan dapat memperkuat kelembagaan petani sekaligus mendorong terciptanya ekosistem pertanian yang produktif.
Sebelumnya, pemerintah daerah juga telah sukses menjalankan program irigasi perpompaan (irpom). Salah satu contoh keberhasilannya terlihat di Kelompok Tani Sumber Rejeki, Desa Sumber, Kecamatan Sanankulon. Dengan fasilitas pompa tenaga 4 HP dan tandon berkapasitas 2.200 liter, petani setempat kini lebih mudah mengelola pengairan lahan mereka. Melalui rangkaian dukungan sarana produksi ini, Kabupaten Blitar optimis dapat menjaga stabilitas pangan dan meningkatkan kesejahteraan para petaninya.










































Tinggalkan komentar