Proyek Terminal Besar Siap Buru Investor

Proyek Terminal Besar Siap Buru Investor

Madurapost.co.id – Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Investasi dan Hilirisasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) tengah bergerak cepat untuk memperkuat infrastruktur konektivitas nasional. Langkah strategis ini dilakukan dengan membuka peluang investasi besar pada dua proyek terminal tipe A, yakni Terminal Purabaya di Jawa Timur dan Terminal Betan Subing di Lampung, melalui skema Kerja Sama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU).

Upaya ini diwujudkan melalui kegiatan market sounding atau penjajakan pasar yang digelar di Jakarta. Program ini merupakan langkah krusial untuk memperkenalkan detail proyek kepada para calon investor agar mereka mendapatkan gambaran yang komprehensif mengenai struktur kerja sama, potensi keuntungan, hingga pembagian risiko yang akan dihadapi.

Proyek Terminal Besar Siap Buru Investor
Gambar Istimewa : cdn.antaranews.com

Deputi Bidang Perencanaan Penanaman Modal BKPM, Ichsan Zulkarnaen, mengungkapkan bahwa kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi solid antara Kantor Bersama KPBU dengan Kementerian Perhubungan selaku Penanggung Jawab Proyek Kerja Sama (PJPK). Menurutnya, penjajakan pasar ini sangat penting untuk memastikan proyek yang ditawarkan benar-benar matang dan siap dieksekusi oleh mitra swasta.

COLLABMEDIANET

"Kami berharap melalui kegiatan ini, para calon investor dapat memperoleh gambaran awal yang jelas mengenai proyek, struktur yang ditawarkan, serta bagaimana alokasi risiko dikelola," ujar Ichsan dalam keterangan resminya.

Investasi di sektor transportasi, pergudangan, dan telekomunikasi memang menjadi salah satu tulang punggung ekonomi nasional. Berdasarkan data terbaru, realisasi investasi hingga triwulan III 2026 telah menyentuh angka Rp1.539,2 triliun, atau tumbuh 7,3 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya. Dari angka fantastis tersebut, sektor transportasi dan pendukungnya menyumbang kontribusi sebesar Rp154,4 triliun.

Secara spesifik, Terminal Tipe A Purabaya di Jawa Timur menjadi salah satu primadona yang ditawarkan. Proyek yang berdiri di atas lahan seluas 12 hektare ini membutuhkan suntikan dana investasi sekitar Rp780,4 miliar. Pemerintah menawarkan masa kerja sama selama 30 tahun dengan proyeksi tingkat pengembalian investasi atau Internal Rate of Return (IRR) yang cukup menggiurkan, yakni sebesar 13,33 persen.

Di sisi lain, Terminal Tipe A Betan Subing di Lampung juga tidak kalah strategis. Sebagai simpul transportasi utama yang menghubungkan aktivitas ekonomi di wilayah Sumatera bagian selatan, terminal seluas 5,48 hektare ini membutuhkan investasi sebesar Rp397,3 miliar. Proyek ini menawarkan masa kerja sama selama 20 tahun dengan estimasi IRR sebesar 12,52 persen.

Pemerintah meyakini bahwa pengembangan infrastruktur transportasi akan memberikan efek domino yang positif. Selain meningkatkan efisiensi pergerakan orang dan barang, proyek ini diharapkan mampu menekan biaya logistik nasional, membuka akses ekonomi baru di daerah, serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat secara luas.

Melalui forum market sounding ini, BKPM juga membuka ruang diskusi seluas-luasnya bagi para pelaku usaha. Masukan dan pandangan dari investor sangat dinantikan untuk menyempurnakan kajian teknis, struktur proyek, hingga dokumen pengadaan, sehingga kedua proyek terminal ini menjadi instrumen investasi yang semakin kompetitif dan menarik di mata dunia.

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar