Madurapost.co.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bangkalan, Jawa Timur, kini tengah mengambil langkah strategis dan serius dalam menghadapi ancaman penyakit menular. Fokus utama pemerintah daerah saat ini adalah menyusun Rencana Aksi Daerah Tuberkulosis (RAD-TB) 2027 sebagai upaya konkret untuk memutus rantai penyebaran penyakit tersebut di seluruh wilayah Kabupaten Bangkalan.
Langkah ini diambil menyusul data yang menunjukkan bahwa jumlah penderita Tuberkulosis (TB) di Bangkalan telah menyentuh angka 1.028 orang. Angka tersebut menjadi alarm bagi pemerintah daerah bahwa penanganan penyakit ini tidak bisa dilakukan secara parsial atau hanya mengandalkan satu instansi saja.

Wakil Bupati Bangkalan, Fauzan Ja’far, menegaskan bahwa kunci utama dalam menekan angka kasus TB adalah melalui kolaborasi lintas sektor yang solid. Menurutnya, keberhasilan pengendalian penyakit ini sangat bergantung pada seberapa kuat sinergi antarorganisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan pemerintah kabupaten.

Related Post
"Keberhasilan pengendalian TB sangat dipengaruhi oleh kuatnya kolaborasi lintas sektor. Masing-masing OPD diharapkan dapat berkontribusi sesuai dengan tugas dan kewenangan masing-masing, sehingga upaya penanggulangan dapat berjalan secara terpadu dan menyeluruh," ujar Fauzan saat memberikan keterangan di Bangkalan pada Senin.
Fauzan menekankan bahwa TB adalah penyakit menular yang memerlukan perhatian serius dari semua pihak. Ia mengingatkan bahwa sektor kesehatan tidak bisa bekerja sendirian dalam menghadapi tantangan ini. Dibutuhkan keterlibatan berbagai elemen pemerintah dan masyarakat agar program penanganan dapat berjalan efektif.
Penyusunan RAD-TB 2027 ini diproyeksikan bukan sekadar menjadi dokumen administratif belaka. Fauzan berharap dokumen tersebut menjadi panduan operasional yang nyata bagi seluruh perangkat daerah dalam mengambil langkah-langkah pencegahan, penanganan, hingga pengendalian di lapangan.
Selain fokus pada penguatan layanan di fasilitas kesehatan, Pemkab Bangkalan juga akan menggencarkan program sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat luas. Hal ini dinilai krusial karena pemahaman masyarakat mengenai gejala awal TB, pentingnya melakukan pemeriksaan dini, serta kepatuhan dalam menjalani masa pengobatan menjadi faktor penentu dalam memutus mata rantai penularan.
"Edukasi kepada masyarakat harus terus diperkuat. Masyarakat perlu mengetahui gejalanya, tidak perlu takut untuk memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan, dan harus mendapatkan penanganan sedini mungkin agar tidak menularkan ke orang lain," tambahnya.
Melalui penyusunan RAD-TB ini, Pemkab Bangkalan berkomitmen untuk membangun sistem penanggulangan penyakit yang lebih terarah, terpadu, dan berorientasi pada perlindungan kesehatan masyarakat secara berkelanjutan. Dengan sinergi yang kuat antara pemerintah dan partisipasi aktif warga, diharapkan angka penderita TB di Bangkalan dapat ditekan secara signifikan menuju target yang diinginkan.










































Tinggalkan komentar