Solusi Air Bangkalan Dongkrak Panen

Solusi Air Bangkalan Dongkrak Panen

Madurapost.co.id – Pemerintah Kabupaten Bangkalan tengah melakukan langkah strategis untuk menjawab tantangan besar yang selama ini menghantui para petani di wilayah tersebut. Masalah klasik berupa keterbatasan pasokan air menjadi fokus utama yang kini coba diatasi melalui optimalisasi infrastruktur pengairan. Melalui pengoperasian kembali pompa Proyek Pengembangan Air Tanah (P2AT), Pemkab Bangkalan optimis produktivitas lahan pertanian akan melonjak tajam.

Bupati Bangkalan, Lukman Hakim, mengungkapkan bahwa kebijakan ini diambil berdasarkan hasil kajian mendalam dan survei lapangan. Temuan di lapangan menunjukkan bahwa kendala utama yang menghambat peningkatan hasil panen warga bukanlah kurangnya kemauan petani, melainkan ketersediaan air yang sangat bergantung pada musim. Selama ini, banyak lahan pertanian yang hanya bisa diolah jika curah hujan mencukupi.

Solusi Air Bangkalan Dongkrak Panen
Gambar Istimewa : cdn.antaranews.com

"Hari ini kita secara resmi mengoperasikan penggunaan pompa P2AT. Dengan adanya pengoperasian ini, kami ingin memastikan petani tidak lagi kesulitan dalam mengairi lahan pertanian mereka," ujar Lukman Hakim saat menghadiri acara peresmian pengoperasian pompa di wilayah Kecamatan Tragah, Senin.

COLLABMEDIANET

Teknologi pompa yang digunakan memiliki spesifikasi yang cukup mumpuni, dengan kapasitas aliran air mencapai 378 liter per detik. Angka ini dinilai sangat signifikan untuk memperkuat jaringan irigasi di wilayah Tragah dan sekitarnya. Kehadiran mesin pompa ini diharapkan mampu mengubah pola tanam masyarakat yang sebelumnya bersifat musiman menjadi lebih fleksibel.

Menurut Bupati, keberadaan pompa P2AT ini akan memutus ketergantungan petani terhadap curah hujan. Jika sebelumnya petani harus menunggu musim hujan tiba untuk mulai menanam padi, kini mereka memiliki kendali lebih besar atas waktu tanam mereka. "Dengan keberadaan pompa ini, petani bisa menanam kapan saja tanpa harus selalu menunggu hujan turun," tambahnya.

Namun, perjalanan menghidupkan kembali infrastruktur ini tidaklah mudah. Lukman menjelaskan bahwa beberapa tahun lalu, pompa serupa sebenarnya sudah pernah dioperasikan. Sayangnya, fasilitas tersebut sempat mangkrak dan tidak berfungsi optimal karena kendala biaya operasional yang sangat tinggi. Menyadari kondisi wilayah yang didominasi lahan tadah hujan, Pemkab Bangkalan bersama Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) serta kelompok tani setempat bergerak melakukan perbaikan menyeluruh.

Bupati juga memberikan pesan tegas agar seluruh pihak, terutama masyarakat, ikut bertanggung jawab dalam merawat aset negara ini. Ia menekankan bahwa infrastruktur yang sudah diperbaiki dengan biaya besar ini tidak boleh terbengkalai lagi. "Ini harus dijaga dan dimanfaatkan dengan baik. Jangan sampai setelah diperbaiki, kemudian tidak dirawat," tegasnya.

Dalam hal manajemen, pengelolaan teknis pompa akan berada di bawah kendali Dinas PUPR Bangkalan. Sementara itu, Dinas Pertanian akan mengambil peran dalam aspek pendampingan, mulai dari penyediaan benih unggul hingga edukasi teknik penanaman kepada para petani. Sinergi antarinstansi ini diharapkan dapat menciptakan ekosistem pertanian yang berkelanjutan, sekaligus memperkuat ketahanan pangan dan stabilitas ekonomi berbasis pertanian di Kabupaten Bangkalan.

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar