Madurapost.co.id – Masyarakat di Kabupaten Pacitan, Jawa Timur, kini memiliki angin segar dalam memenuhi kebutuhan dapur sehari-hari. Menanggapi fluktuasi harga bahan pokok yang kerap melonjak, Pemerintah Provinsi Jawa Timur mengambil langkah konkret dengan menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) selama dua hari berturut-turut pada 21 hingga 22 Oktober 2026.
Langkah strategis ini bertujuan untuk menjaga stabilitas pasokan serta menekan laju kenaikan harga pangan di tingkat konsumen. Melalui program ini, pemerintah berupaya memastikan bahwa masyarakat, terutama kelompok menengah ke bawah, tetap memiliki akses terhadap bahan pangan berkualitas dengan harga yang jauh lebih miring dibandingkan harga pasar reguler.

Ketua Tim Distribusi Pangan dari Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Jawa Timur, Endah Nora Susanti, menjelaskan bahwa inisiatif ini merupakan bentuk kehadiran negara dalam menjaga ketahanan pangan daerah. Berbagai komoditas esensial disediakan dalam satu lokasi, mulai dari beras, minyak goreng, gula pasir, telur ayam, hingga aneka sayur-mayur. Tak hanya itu, produk-produk unggulan dari pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) lokal juga turut dilibatkan untuk menggerakkan ekonomi kerakyatan.

Related Post
"Tujuan utama kami adalah mendukung upaya stabilisasi pasokan dan harga pangan di lapangan. Kami ingin membantu masyarakat agar tetap mampu menjangkau kebutuhan pokok mereka. Ketika harga di pasar mulai tidak terkendali, pemerintah hadir memberikan solusi melalui penyediaan pangan dengan harga di bawah rata-rata pasar," ujar Endah dalam keterangannya, Rabu.
Berdasarkan pantauan di lokasi, antusiasme warga sangat tinggi. Beberapa komoditas menjadi primadona dan paling cepat ludes diborong pengunjung. Endah menyebutkan bahwa minyak goreng dan cabai rawit menjadi barang yang paling banyak diburu karena harganya yang sedang merangkak naik di pasar umum. Selain itu, bawang putih juga menjadi incaran utama hingga stoknya menipis pada hari pertama pelaksanaan.
"Cabai rawit dan bawang putih sangat diminati. Bahkan pada hari pertama, stok bawang putih hampir habis karena banyaknya warga yang mencari," tambahnya.
Kegembiraan serupa dirasakan oleh Kristina, salah seorang warga Pacitan yang hadir di lokasi kegiatan. Ia mengaku merasa sangat terbantu dengan adanya program ini. Kristina memanfaatkan kesempatan tersebut untuk menyetok kebutuhan dapur seperti minyak goreng merek Minyakita, bawang merah, dan cabai.
"Saya tadi membeli Minyakita, bawang merah, dan cabai. Harganya lumayan murah, selisihnya cukup terasa jika dibandingkan dengan harga yang ada di pasar tradisional," ungkap Kristina dengan wajah lega.
Bagi warga yang belum sempat berkunjung, Gerakan Pangan Murah ini masih akan berlangsung hingga hari kedua. Hal ini memberikan kesempatan bagi masyarakat luas untuk memanfaatkan subsidi harga ini guna meringankan beban pengeluaran rumah tangga mereka. Dengan adanya intervensi pasar seperti ini, diharapkan inflasi pangan di wilayah Pacitan dapat tetap terkendali.










































Tinggalkan komentar