Madurapost.co.id – Pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) yang akan segera digelar bagi ratusan ribu pelajar di Jawa Timur bukan sekadar ajang ujian formal. Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, menegaskan bahwa momen ini merupakan kesempatan emas bagi para siswa untuk mengenali potensi diri serta menunjukkan hasil belajar mereka selama ini.
Berdasarkan data terbaru dari Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur yang merujuk pada dasbor pusat TKA Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah per 16 Oktober 2026, tercatat sebanyak 438.126 murid telah terdaftar. Angka ini mencakup 94,54 persen dari total 463.397 calon peserta yang ada di seluruh wilayah Jawa Timur. Tes ini akan diikuti oleh siswa jenjang SMA, SMK, SLB, hingga sekolah sederajat lainnya.

Dalam arahannya di Surabaya pada Minggu, Khofifah memberikan pesan mendalam kepada para pelajar agar tidak merasa terbebani oleh angka-angka yang muncul di lembar hasil ujian. Ia menekankan bahwa masa depan seseorang tidak hanya ditentukan oleh satu hasil ujian semata.

Related Post
"Jangan pernah merasa bahwa masa depan kalian hanya ditentukan oleh angka hasil ujian. Setiap anak memiliki kecerdasan, kelebihan, dan potensi yang berbeda. Yang terpenting adalah berusaha sungguh-sungguh, mengerjakan dengan jujur, dan memberikan kemampuan terbaik," ujar Khofifah dengan penuh semangat. Ia juga menaruh optimisme tinggi bahwa anak-anak Jawa Timur mampu mencetak prestasi yang membanggakan melalui proses ini.
Lebih lanjut, Khofifah menjelaskan bahwa TKA merupakan instrumen standar yang dirancang untuk memberikan gambaran nyata mengenai capaian akademik siswa. Hasil dari tes ini nantinya akan menjadi data penting untuk mendukung peningkatan mutu pendidikan di Jawa Timur, sekaligus menjadi salah satu bahan pertimbangan dalam seleksi pendidikan lanjutan sesuai dengan regulasi yang berlaku.
Selain memberikan motivasi kepada siswa, Gubernur juga memberikan pesan khusus kepada para orang tua dan tenaga pendidik. Ia meminta agar lingkungan rumah dan sekolah memberikan dukungan positif agar siswa dapat menghadapi asesmen dengan tenang tanpa tekanan mental yang berlebihan.
"Kepada bapak dan ibu, para orang tua, mari kita dampingi anak-anak dengan doa, kasih sayang, dan kalimat-kalimat yang menguatkan. Jangan membebani mereka dengan tuntutan nilai yang berlebihan. Yakinkan bahwa kita bangga atas perjuangan dan kesungguhan mereka dalam belajar," tambahnya.
Pelaksanaan TKA untuk jenjang SMA, SMK, dan SLB dijadwalkan berlangsung secara bertahap mulai 26 Oktober hingga 8 November 2026. Mengingat skala peserta yang sangat besar, Khofifah menginstruksikan Dinas Pendidikan Jatim bersama cabang dinas dan kepala sekolah untuk memastikan seluruh kesiapan teknis. Hal ini mencakup ketersediaan perangkat komputer, stabilitas jaringan internet, pasokan listrik, hingga kesiapan petugas penyelenggara di lapangan.
Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur, Aries Agung Paewai, menyatakan bahwa pihaknya telah melakukan koordinasi intensif dengan pihak terkait, termasuk PT PLN (Persero) dan PT Telkom Indonesia wilayah Jawa Timur. Langkah ini diambil guna mengantisipasi potensi gangguan listrik maupun konektivitas internet selama ujian berlangsung.
Aries juga menambahkan bahwa hasil TKA ini akan menjadi bahan evaluasi krusial bagi pemerintah daerah untuk memetakan kebutuhan pembelajaran, meningkatkan kompetensi guru, serta mendorong pemerataan mutu pendidikan di seluruh pelosok Jawa Timur. Melalui data yang akurat, kebijakan pendidikan di masa depan diharapkan dapat lebih tepat sasaran.










































Tinggalkan komentar