Membangun Ekosistem Olahraga Mandiri

Membangun Ekosistem Olahraga Mandiri

Madurapost.co.id – Dunia olahraga di Jawa Timur kini tengah diarahkan menuju babak baru yang lebih profesional dan mandiri. Hal ini ditegaskan oleh Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jawa Timur, Cahyo Harjo Prakoso, yang menekankan pentingnya penguatan kapasitas sumber daya manusia melalui sertifikasi pelatih. Menurutnya, prestasi atlet yang gemilang tidak akan pernah tercapai jika tidak ditopang oleh fondasi kepelatihan yang kuat, profesional, dan berkelanjutan.

Dalam acara pembukaan Coaching Clinic Sepak Bola dan Futsal yang digelar di Surabaya pada Senin, Cahyo menyampaikan pandangan kritis mengenai ketergantungan sektor olahraga terhadap bantuan pemerintah. Ia berpendapat bahwa jika ingin melihat dunia olahraga "naik kelas" ke level yang lebih tinggi, para pelaku olahraga tidak boleh hanya berpangku tangan pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

Membangun Ekosistem Olahraga Mandiri
Gambar Istimewa : cdn.antaranews.com

"Olahraga kalau mau naik kelas tidak bisa mengandalkan APBD atau anggaran pemerintah saja. Harus inovatif, kreatif, dan dilakukan dengan kebersamaan," ujar Cahyo di hadapan para peserta pelatihan.

COLLABMEDIANET

Cahyo memberikan apresiasi tinggi terhadap langkah proaktif Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Jawa Timur yang menginisiasi pelatihan ini. Program tersebut dirancang khusus untuk memperkuat kapasitas para guru olahraga serta pelatih yang berada di lingkungan satuan pendidikan. Langkah ini dinilai sangat strategis karena pelatih di sekolah merupakan ujung tombak dalam menjaring bibit-bibit atlet sejak usia dini.

Anggota Komisi E DPRD Jatim ini menjelaskan bahwa potensi besar yang dimiliki anak-anak muda saat ini tidak akan berubah menjadi prestasi nyata tanpa adanya bimbingan teknis yang terstandarisasi. Sertifikasi pelatih menjadi kunci utama agar proses pembinaan atlet berjalan secara sistematis dan tidak sekadar mengandalkan bakat alami semata.

Lebih lanjut, Cahyo menyoroti bahwa sepak bola dan futsal merupakan cabang olahraga dengan basis massa paling luas di masyarakat. Oleh karena itu, sinergi antara legislatif, Dispora, dan institusi pendidikan harus diperkuat guna menciptakan standar kepelatihan yang mumpuni. Ia berharap pelatihan ini tidak hanya berhenti pada penguasaan teknik di lapangan, tetapi berlanjut pada proses sertifikasi resmi yang membuka peluang kemandirian ekonomi bagi para pelatih.

Dengan memiliki sertifikasi dan kompetensi yang diakui, para pelatih diharapkan mampu mengelola klub atau menyelenggarakan kejuaraan secara mandiri. Hal ini akan menciptakan ekosistem olahraga yang sehat, di mana kegiatan olahraga dapat berjalan secara berkelanjutan tanpa harus selalu menunggu kucuran dana dari pemerintah.

Di sisi lain, Cahyo mengingatkan bahwa esensi dari pembinaan olahraga bukan hanya soal mengejar medali atau gelar juara. Lebih dari itu, olahraga adalah instrumen penting untuk membangun karakter generasi muda, menanamkan nilai sportivitas, meningkatkan kebugaran, serta mempererat persatuan bangsa. Keberhasilan pembinaan yang sesungguhnya adalah ketika mampu mencetak generasi yang berdaya saing tinggi dan memiliki jiwa kepemimpinan untuk masa depan.

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar