madurapost.co.id – Kabar gembira datang dari sentra pertanian di Jawa Timur. Petani tembakau di Kabupaten Tulungagung kini tengah menikmati berkah panen dengan harga jual yang fantastis. Tembakau rajangan kering dari Bumi Ngrowo ini berhasil menembus angka Rp130 ribu per kilogram sebuah pencapaian yang membuat daerah lain terheran-heran. Pasalnya harga ini jauh melampaui rata-rata nasional yang biasanya hanya bertengger di kisaran Rp80 ribu per kilogram.
Kepala Dinas Pertanian Tulungagung Suyanto mengungkapkan fenomena menarik ini. Menurutnya pada musim tanam tahun 2026 luas lahan tembakau di Tulungagung mencapai 988 hektare. Dengan produktivitas rata-rata sekitar 21 ton tembakau rajangan kering per hektare potensi panen tahun ini sangat menjanjikan.

Meskipun data total hasil panen belum sepenuhnya terkumpul karena proses panen yang baru saja usai perhitungan awal menunjukkan potensi produksi bisa mencapai sekitar 20.748 ton tembakau rajangan kering. Angka ini tentu saja menjadi angin segar bagi perekonomian lokal. Suyanto menambahkan varietas tembakau yang mendominasi di Tulungagung adalah Gagang Sidi dan Gagang Rejeb yang memang dikenal sebagai varietas unggulan dengan kualitas prima.

Related Post
Lantas apa rahasia di balik harga tembakau Tulungagung yang begitu istimewa. Suyanto menjelaskan tingginya harga jual ini tak lepas dari kuatnya penyerapan pasar lokal. Tembakau hasil jerih payah petani di Tulungagung banyak terserap untuk kebutuhan penjualan eceran hingga memenuhi permintaan tingwe atau linting dewe sebuah tren meracik rokok sendiri yang semakin populer di kalangan masyarakat. Kualitas unggul dan permintaan lokal yang tinggi menjadi kombinasi sempurna pendorong harga.
Dinas Pertanian Tulungagung sendiri tidak menetapkan target produksi spesifik untuk tahun 2026. Namun kondisi cuaca yang mendukung terutama musim kemarau panjang sangat membantu proses budidaya hingga pengeringan tembakau. Ini memastikan kualitas tembakau tetap terjaga optimal. Para petani pun tetap setia membudidayakan komoditas ini. Mereka meyakini bertani tembakau menawarkan keuntungan yang jauh lebih besar dibandingkan dengan menanam komoditas pertanian lainnya menjadikannya pilihan strategis untuk meningkatkan kesejahteraan.










































Tinggalkan komentar