Langkah Berani Polisi Jaga Masa Depan Siswa

Langkah Berani Polisi Jaga Masa Depan Siswa

Madurapost.co.id – Ancaman terhadap dunia pendidikan kini tidak hanya datang dari kurikulum yang berat, tetapi juga dari fenomena sosial yang merusak mental generasi muda. Perundungan (bullying), aksi tawuran antar-pelajar, hingga jeratan narkotika menjadi momok menakutkan yang dapat menghancurkan masa depan anak bangsa. Menanggapi situasi serius ini, Kepolisian Resor (Polres) Situbondo, Jawa Timur, mengambil langkah proaktif melalui sebuah inisiatif khusus yang menyasar langsung ke lingkungan sekolah.

Melalui program bertajuk "Polisi Jogo Sekolah", Polres Situbondo berupaya mengubah citra kepolisian di mata pelajar. Jika selama ini polisi sering dianggap sebagai sosok yang menakutkan, kini mereka hadir sebagai sahabat dan pendamping bagi para siswa. Program yang merupakan bagian dari instruksi Kapolda Jawa Timur ini bertujuan untuk menciptakan ruang belajar yang aman, nyaman, dan bebas dari segala bentuk kekerasan.

Langkah Berani Polisi Jaga Masa Depan Siswa
Gambar Istimewa : cdn.antaranews.com

Kapolres Situbondo, AKBP Bayu Anuwar Sidiqie, menjelaskan bahwa kehadiran polisi di sekolah bukan untuk melakukan pengawasan yang menekan, melainkan untuk memberikan rasa aman. Ia ingin para pelajar merasa berani untuk bersuara jika mereka mengalami ancaman atau menyaksikan tindakan kekerasan di lingkungan mereka.

COLLABMEDIANET

"Kami ingin anak-anak merasa aman saat belajar. Mereka harus berani menyampaikan masalah dan tidak merasa takut untuk meminta bantuan kepada kami ketika menghadapi ancaman atau kekerasan," ujar AKBP Bayu saat memberikan keterangan di Situbondo, Selasa.

Untuk menjalankan misi ini secara efektif, Polres Situbondo tidak hanya sekadar datang berkunjung. Mereka telah membentuk Satgas Pre-Emptive Strike. Satuan tugas ini memiliki peran krusial dalam melakukan pendampingan, pengawasan intensif, hingga pemetaan tingkat kerawanan di setiap sekolah. Strategi pemetaan ini dilakukan agar langkah pencegahan yang diambil bisa tepat sasaran dan sesuai dengan karakteristik masing-masing institusi pendidikan.

Dalam sistem pemetaan tersebut, Polres Situbondo membagi tingkat kerawanan sekolah ke dalam tiga kategori warna: merah, kuning, dan hijau. Kategori merah diberikan kepada sekolah-sekolah yang memiliki rekam jejak kasus tawuran, perundungan, balap liar, hingga keterlibatan siswa dalam aksi unjuk rasa yang tidak tertib. Sekolah dalam kategori ini akan mendapatkan pengawasan dan pendampingan yang lebih intensif.

Kategori kuning diperuntukkan bagi sekolah yang memiliki potensi terjadinya pelanggaran disiplin, sementara kategori hijau diberikan kepada sekolah yang dinilai sangat tertib, disiplin, dan bersih dari catatan kenakalan siswa. Dengan klasifikasi ini, personel kepolisian dapat menentukan pola pendekatan yang paling sesuai, baik melalui tindakan preventif maupun pendekatan humanis.

Namun, AKBP Bayu menekankan bahwa tugas menjaga keselamatan pelajar tidak bisa dipikul oleh kepolisian sendirian. Keberhasilan program ini sangat bergantung pada sinergi antara pihak sekolah, Dinas Pendidikan, orang tua, hingga masyarakat luas. Kolaborasi lintas sektor sangat dibutuhkan agar setiap permasalahan yang melibatkan pelajar dapat dideteksi dan ditangani sejak dini sebelum berkembang menjadi masalah hukum yang lebih besar.

Melalui pendekatan yang lebih bersahabat ini, diharapkan tercipta lingkungan pergaulan yang sehat bagi para siswa, sehingga mereka dapat fokus mengejar cita-cita tanpa bayang-bayang ancaman kriminalitas di lingkungan sekolah.

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar