Madurapost.co.id – Terik matahari yang menyengat di kawasan Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat, menjadi tantangan utama bagi para pembalap dalam memulai rangkaian balapan di Sirkuit Internasional Mandalika. Suhu udara yang tinggi dan kondisi lintasan yang sangat panas menjadi ujian fisik sekaligus mental bagi para atlet kelas dunia yang tengah bersaing di ajang bergengsi ini.
Salah satu pembalap yang merasakan langsung dampak cuaca ekstrem tersebut adalah David Almansa. Pembalap andalan tim Liqui Moly Dynavolt Intact GP ini mengungkapkan bahwa suhu panas di lintasan Mandalika menjadi faktor krusial yang harus diwaspadai selama sesi latihan bebas pertama (FP1) kelas Moto3, Jumat pagi. Meski cuaca terasa sangat menyengat, Almansa mengaku tetap mampu mengendalikan kendaraannya dengan sangat baik.

"Sesi tadi berjalan sangat memuaskan bagi saya. Walaupun kondisi di lintasan terasa sangat panas, namun secara keseluruhan semuanya berjalan lancar tanpa kendala berarti," ujar pembalap asal Spanyol tersebut usai menyelesaikan sesi latihan perdana.

Related Post
Keberhasilan Almansa dalam menaklukkan panasnya aspal Mandalika terbukti dari catatan waktunya yang impresif. Ia berhasil menempati posisi teratas di sesi FP1 dengan mencatatkan waktu 1 menit 37,515 detik. Pencapaian ini menjadi sinyal kuat bahwa pembalap berusia 20 tahun tersebut siap memberikan perlawanan sengit pada sesi kualifikasi dan balapan utama mendatang.
Bagi Almansa, cuaca panas bukan sekadar gangguan kenyamanan, melainkan variabel teknis yang sangat menentukan strategi tim. Ia menjelaskan bahwa suhu lintasan yang tinggi akan memengaruhi performa ban, konsistensi mesin, hingga ketahanan fisik pembalap itu sendiri. Oleh karena itu, tim mekanik harus bekerja ekstra keras untuk menemukan setelan motor yang paling optimal agar tetap stabil di tengah suhu ekstrem.
Almansa merasa sesi FP1 ini merupakan modal berharga untuk melakukan evaluasi mendalam. Dengan data yang didapat dari sesi pembuka, ia dan timnya berencana melakukan penyesuaian agar catatan waktu dapat terus diperbaiki. Ia optimis bahwa pemahaman terhadap karakter lintasan yang kering dan panas ini akan menjadi kunci kemenangan di akhir pekan.
Sesi FP1 Moto3 sendiri berlangsung sejak pukul 09.00 hingga 09.35 WITA. Sesi ini menjadi momentum penting bagi seluruh pembalap untuk mengumpulkan data teknis dan mencari setup motor yang paling pas dengan karakteristik sirkuit Mandalika yang unik.
Rangkaian Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 ini dijadwalkan berlangsung selama tiga hari, mulai dari tanggal 9 hingga 11 Oktober. Selain kelas Moto3, para penggemar otomotif juga akan disuguhkan aksi memukau dari kelas Moto2 dan kelas utama, MotoGP, yang diprediksi akan semakin memanas seiring dengan meningkatnya suhu udara di Pulau Lombok.








































Tinggalkan komentar