Membangun Budaya Literasi Lewat HKP 2026

Membangun Budaya Literasi Lewat HKP 2026

Madurapost.co.id – Dunia literasi di Jawa Timur kembali bergairah dengan digelarnya puncak peringatan Hari Kunjung Perpustakaan (HKP) tahun 2026. Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Jawa Timur (Disperpusip Jatim) mengambil langkah inovatif untuk menarik minat masyarakat agar kembali melirik perpustakaan sebagai pusat aktivitas intelektual. Melalui rangkaian acara yang digelar di Surabaya pada 29-30 September 2026, pemerintah provinsi berupaya mengubah stigma lama mengenai perpustakaan yang dianggap kaku dan membosankan.

Berbagai kegiatan menarik telah disiapkan untuk menyambut para pengunjung, mulai dari pameran buku, bazar literasi, lomba penulisan, hingga sesi podcast yang kekinian. Tak hanya itu, acara ini juga menghadirkan sesi bedah buku yang interaktif untuk memicu diskusi mendalam di antara para pecinta buku. Langkah ini diambil sebagai bagian dari strategi besar untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui pembudayaan kegemaran membaca sejak dini.

Membangun Budaya Literasi Lewat HKP 2026
Gambar Istimewa : cdn.antaranews.com

Asisten Administrasi Umum Setdaprov Jatim, R. Heru Wahono Santoso, saat membuka acara di Kantor Disperpusip Jatim, menegaskan bahwa perpustakaan memegang peranan krusial sebagai pusat pembelajaran sepanjang hayat. Menurutnya, membangun budaya membaca bukan sekadar aktivitas mengisi waktu luang, melainkan sebuah upaya strategis untuk mencetak generasi yang cerdas dan kompetitif.

COLLABMEDIANET

"Perpustakaan saat ini telah mengalami transformasi besar. Ia bukan lagi sekadar tempat sunyi yang penuh dengan tumpukan buku lama. Kini, perpustakaan telah menjelma menjadi ruang dinamis untuk belajar, berkarya, berinovasi, berkolaborasi, hingga tempat berekreasi yang menyenangkan," ujar Heru Wahono dalam sambutannya.

Senada dengan hal tersebut, Pustakawan Ahli Utama Disperpusip Jatim, Drs. Abimanyu Poncoatmojo Iswinarno, menjelaskan bahwa tema "Ayo Kembali ke Perpustakaan" yang diusung tahun ini merupakan sebuah ajakan persuasif. Tujuannya adalah agar masyarakat dapat membangun keterikatan emosional dan intelektual dengan perpustakaan, sehingga kebiasaan membaca dapat tumbuh secara berkelanjutan dalam kehidupan sehari-hari.

Kemeriahan HKP 2026 juga menyasar berbagai segmen usia. Untuk anak-anak sekolah, tersedia program Wisata Arsip dan Tur Keliling Perpustakaan yang edukatif. Bagi kalangan remaja dan dewasa, terdapat program East Java English Club, Surabaya Book Party, hingga sesi bedah buku karya penulis populer Alfi Syahrin yang sangat diminati oleh generasi Z.

Selain itu, acara ini juga memberikan ruang inklusif dengan memamerkan karya-karya dari pemustaka difabel. Pengunjung juga dapat menyaksikan keindahan sejarah melalui pameran naskah kuno dan arsip berharga. Dengan adanya bazar buku dari berbagai penerbit dan komunitas literasi, diharapkan masyarakat tidak hanya datang untuk melihat, tetapi juga pulang membawa semangat baru untuk terus belajar melalui buku. Melansir informasi dari madurapost.co.id, kegiatan ini diharapkan menjadi momentum kebangkitan literasi di Jawa Timur.

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar