Mengenal Satwa Unik di Prana Satwa Brawijaya

Mengenal Satwa Unik di Prana Satwa Brawijaya

Madurapost.co.id – Universitas Brawijaya (UB) kembali menunjukkan komitmennya dalam menjaga kekayaan hayati Indonesia melalui gelaran Prana Satwa Brawijaya 2026. Bertempat di Gedung Samantha Krida UB, Malang, acara ini tidak sekadar menjadi ajang pameran biasa, melainkan sebuah wadah edukasi strategis bagi masyarakat untuk lebih mengenal dan mencintai upaya pelestarian satwa.

Rektor Universitas Brawijaya, Prof. Widodo, menekankan bahwa Indonesia merupakan negara dengan keragaman fauna yang luar biasa. Namun, kekayaan ini menghadapi ancaman nyata berupa risiko kepunahan jika tidak dikelola dengan bijak. Menurutnya, kegiatan seperti Prana Satwa Brawijaya sangat krusial agar masyarakat tidak abai terhadap keberadaan spesies-spesies unik yang ada di tanah air.

Mengenal Satwa Unik di Prana Satwa Brawijaya
Gambar Istimewa : cdn.antaranews.com

"Tanpa adanya inisiatif seperti ini, masyarakat mungkin tidak akan menyadari betapa kayanya keanekaragaman hayati kita. Padahal, jika dieksplorasi dan dikelola secara tepat, kekayaan ini dapat memberikan manfaat besar bagi kesejahteraan masyarakat," ujar Prof. Widodo dalam keterangan resminya.

COLLABMEDIANET

Lebih lanjut, Prof. Widodo menjelaskan bahwa pelestarian satwa memiliki dampak ganda yang sangat positif. Di satu sisi, kegiatan ini mendukung upaya konservasi alam, namun di sisi lain, ia juga mampu menggerakkan roda ekonomi kreatif. Ia melihat adanya potensi besar bagi generasi muda untuk terjun ke dunia wirausaha melalui sektor peternakan satwa hias. Dengan pengelolaan yang profesional, bidang ini dapat menjadi lahan subur bagi tumbuhnya berbagai perusahaan rintisan atau start-up berbasis peternakan.

Kemeriahan acara ini terlihat dari kehadiran sekitar 150 jenis satwa yang memukau pengunjung. Mulai dari ayam hias yang cantik, ayam serama yang mungil, merpati hias yang elegan, kucing berbagai ras, hingga berbagai jenis satwa eksotis lainnya.

Ketua Panitia Prana Satwa Brawijaya 2026, Dr. Asri Nurul Huda, menjelaskan bahwa kesuksesan acara ini tidak lepas dari kolaborasi dengan enam asosiasi satwa nasional. Beberapa mitra strategis tersebut antara lain Asosiasi Pecinta Ayam Hias, Indonesia Fancy Pigeon Community, Serama Malang Lovers (SEMALOV), Indonesian Cat Association (ICA), Himpunan Ayam Pelung Indonesia (HIPAPPI), serta komunitas Malang Glow Exotic (MAGE).

Dalam pelaksanaannya, acara dibagi menjadi beberapa fokus kegiatan. Hari pertama diisi dengan kontes kucing yang diikuti oleh sekitar 85 peserta. Sementara itu, hari kedua menjadi puncak keramaian dengan fokus pada kontes ayam dan merpati hias. Diperkirakan ada sekitar 500 pendaftar yang berpartisipasi, di mana khusus untuk kategori merpati hias saja, terdapat 44 kategori perlombaan yang dipertandingkan. Tak hanya itu, pengunjung juga dapat melihat pameran satwa eksotis seperti kura-kura, musang, burung hantu, hingga berbagai jenis reptil.

Dekan Fakultas Sains dan Teknologi Peternakan (FAST) UB, Prof. M. Halim Natsir, menambahkan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk sinergi antara empat pilar utama, yakni akademisi, industri, asosiasi peternak, dan media. Sebagai wujud nyata dari kolaborasi ini, FAST UB juga telah menyediakan fasilitas teaching farm berbasis teknologi closed house serta melakukan riset kolaboratif dalam pengembangan pakan aditif untuk menghasilkan telur kaya Omega-3. Melalui langkah ini, UB berharap dapat terus berkontribusi pada kemajuan sektor peternakan dan pelestarian satwa di Indonesia.

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar