Misteri Hilangnya Dive Master di Labuan Bajo

Misteri Hilangnya Dive Master di Labuan Bajo

Madurapost.co.id – Upaya pencarian terhadap korban tenggelamnya kapal KM Feronia di perairan Taman Nasional Komodo, Kabupaten Manggarai Barat, masih menemui jalan buntu. Meski berbagai teknologi canggih telah dikerahkan ke dasar laut, keberadaan korban maupun bangkai kapal tersebut hingga kini belum juga terdeteksi.

Direktur Polairud Polda NTT, Kombes Pol. Irwan Deffi Nasution, mengungkapkan bahwa hingga memasuki hari kesepuluh operasi pencarian, tim di lapangan belum mendapatkan hasil yang signifikan. Korban yang tengah dicari merupakan seorang dive master muda berinisial VBJ (23) yang merupakan warga setempat.

Misteri Hilangnya Dive Master di Labuan Bajo
Gambar Istimewa : cdn.antaranews.com

"Sampai hari kesepuluh, korban belum ditemukan meskipun kami sudah mengerahkan sejumlah alat pendeteksi bawah laut yang sangat canggih," ujar Irwan saat memberikan keterangan di Kupang.

COLLABMEDIANET

Dalam operasi besar-besaran ini, Ditpolairud Polda NTT tidak main-main dalam menggunakan instrumen teknologi. Tim telah mengoperasikan kapal pemburu cepat KPC 2007, RIB 02, hingga penggunaan sonar single beam. Tak hanya itu, drone bawah air dan Remotely Operated Vehicle (ROV) milik PT Farmindo juga diterjunkan untuk memindai dasar laut secara mendalam.

Namun, alam seolah enggan memberikan jawaban. Irwan menjelaskan bahwa hasil analisis dari rekaman drone dan sonar menunjukkan hasil nihil. Tantangan utama yang dihadapi tim SAR gabungan adalah kondisi arus bawah laut di kawasan Taman Nasional Komodo yang sangat dinamis dan sulit diprediksi. Pergerakan arus yang kuat diduga kuat telah membawa posisi korban atau bangkai kapal menjauh dari titik awal kejadian.

Operasi ini merupakan kolaborasi masif yang melibatkan 76 personel dari berbagai instansi, mulai dari TNI-Polri, Basarnas, KPLP, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Pelindo, hingga partisipasi aktif masyarakat. Area penyisiran pun mencakup titik-titik krusial seperti perairan Tatawa Besar, Batu Bolong, Mawan, Batu Tiga, hingga Sebayur.

Selain peralatan milik Polda NTT, tim juga didukung oleh side scan sonar milik Koarmada II TNI AL Surabaya serta armada KM Hiu Macan 03 milik KKP Kupang. Meski teknologi sudah berada pada level maksimal, faktor alam tetap menjadi kendala yang tak terelakkan.

Menyusul hasil evaluasi yang belum membuahkan hasil, Basarnas Maumere secara resmi telah menghentikan operasi pencarian terpadu tersebut. Walaupun operasi SAR telah ditutup, pihak kepolisian melalui Marnit Labuan Bajo tetap melakukan patroli rutin di wilayah tersebut.

Pihak kepolisian juga mengeluarkan imbauan khusus kepada seluruh pelaku wisata bahari, termasuk pemilik kapal wisata dan nelayan yang melintas di kawasan Taman Nasional Komodo. Mereka diminta untuk tetap waspada dan segera melaporkan jika melihat tanda-tanda keberadaan korban atau puing-puing KM Feronia.

"Kami memohon bantuan kepada para nelayan dan pengelola kapal wisata. Jika menemukan petunjuk sekecil apa pun, segera informasikan kepada petugas atau melalui layanan call center 101 SPKT Polres Manggarai Barat," tambah Irwan.

Sebagai bentuk penghormatan terakhir dan dukungan moral bagi keluarga korban, jajaran Ditpolairud Polda NTT juga menjadwalkan doa bersama yang akan dilaksanakan di Pelabuhan Marina Labuan Bajo.

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar