Madurapost.co.id – Upaya memutus rantai penyebaran HIV/AIDS kini mulai menyasar akar rumput, khususnya di kalangan generasi muda pedesaan. Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Airlangga (FKM Unair) mengambil langkah nyata dengan meluncurkan program inovatif bertajuk Sapa AIDS (Sahabat Peduli AIDS) di Desa Klumutan, Kecamatan Saradan, Kabupaten Madiun, Jawa Timur.
Program ini bukan sekadar penyuluhan kesehatan biasa. Melalui inisiatif Sapa AIDS, FKM Unair berupaya membangun benteng literasi yang kuat di kalangan remaja guna melawan stigma negatif serta meningkatkan kesadaran akan pentingnya Voluntary Counseling and Testing (VCT) atau tes HIV secara sukarela.

Ketua Tim Pengabdian kepada Masyarakat FKM Unair, Eny Qurniyawati, menjelaskan bahwa kegiatan yang berlangsung pada 24-25 Oktober ini dirancang untuk menciptakan ekosistem informasi yang sehat. Fokus utamanya adalah memperkuat pemahaman mengenai HIV, mengurangi diskriminasi terhadap pengidapnya, serta membangun dukungan sosial yang positif di lingkungan remaja.

Related Post
"Kami ingin remaja tidak hanya menjadi objek atau penerima informasi semata, tetapi mereka juga berperan aktif sebagai agen perubahan. Melalui pendekatan pendidik sebaya, mereka akan menjadi garda terdepan dalam menyebarkan pemahaman kesehatan di lingkungan sosialnya sendiri," ungkap Eny dalam keterangannya di Madiun.
Strategi yang digunakan sangat sistematis. Pada hari pertama, tim menyelenggarakan Training of Trainer (ToT) yang diikuti oleh delapan perwakilan Karang Taruna dari berbagai dusun di Desa Klumutan. Para peserta ini dibekali materi mendalam oleh para ahli, termasuk perwakilan Komisi Penanggulangan AIDS Daerah (KPAD) Madiun, Yazid, serta petugas Puskesmas Sumbersari, Asmaul Chusnah, yang juga mengaitkan edukasi ini dengan pencegahan tuberkulosis (TB).
Memasuki hari kedua, para kader muda yang telah dilatih ini langsung terjun ke lapangan. Mereka memimpin sesi edukasi bagi sekitar 50 anggota Karang Taruna lainnya. Suasana menjadi lebih emosional dan nyata ketika seorang penyintas atau Orang dengan HIV (ODHA) hadir sebagai narasumber. Berdasarkan kerja sama dengan KPAD Madiun, narasumber tersebut membagikan kisah hidupnya yang penuh perjuangan, sekaligus memberikan pesan mendalam agar para remaja menghindari perilaku berisiko.
Kepala Desa Klumutan, Agus Proklamanto, memberikan apresiasi tinggi terhadap inisiatif ini. Ia menyebutkan bahwa program Sapa AIDS sangat selaras dengan visi Bupati Madiun yang terus mendorong upaya penanggulangan HIV/AIDS serta memerangi stigma sosial di tengah masyarakat.
Melalui gerakan berbasis teman sebaya ini, diharapkan Desa Klumutan dapat menjadi model bagi desa-desa lain dalam menciptakan lingkungan yang inklusif dan teredukasi. Keberhasilan program ini nantinya akan diukur dari seberapa besar perubahan perilaku remaja dan seberapa kuat dukungan sosial yang terbangun bagi mereka yang hidup dengan HIV.










































Tinggalkan komentar