madurapost.co.id – Ketegangan dan kecemasan mendalam menyelimuti dua keluarga di Desa Majan Tulungagung. Mereka kini harus menahan napas menanti kabar kerabat tercinta yang menjadi penumpang KM Virgo Transport 8. Kapal pengangkut logistik itu dilaporkan mengalami insiden nahas di perairan Masalembu Laut Jawa pada Minggu dini hari. Danil Iswahyudi 40 tahun dan Sukardi 51 tahun warga setempat kini menjadi pusat harapan dan doa menyusul tragedi pelayaran tersebut.
Danil yang akrab disapa Yudi adalah seorang pengemudi truk ekspedisi berpengalaman lebih dari satu dekade. Bersama kernetnya Sukardi yang juga tetangga dekatnya Yudi bertolak menuju Banjarmasin. Keduanya berangkat membawa muatan penting berupa drum kosong dari Surabaya dan mesin pembuat batako dari Jakarta. Perjalanan ini merupakan rutinitas yang telah sering mereka jalani melintasi jalur laut menuju Kalimantan.

Menurut Milan salah satu anggota keluarga Yudi telah lama malang melintang di rute pelayaran antar pulau. Biasanya Yudi memilih kapal Dharma Rucitra atau Dharma Kartika untuk menyeberang. Namun dalam beberapa perjalanan terakhir ia beralih menggunakan KM Virgo Transport 8. "Ini adalah perjalanan keempatnya dengan Virgo Transport 8 karena kapal ini relatif baru di rute Surabaya-Banjarmasin" jelas Milan. Peralihan ini menambah lapisan kekhawatiran bagi keluarga mengingat insiden yang menimpa kapal tersebut.

Related Post
Komunikasi terakhir Yudi dengan sang istri Wike Agustina 34 tahun terjadi pada Sabtu malam sekitar pukul 22.00 WIB melalui panggilan video. Dalam percakapan singkat itu Yudi terlihat mengenakan kaus dan celana berwarna cokelat. Wike yang tak menyangka bahwa itu akan menjadi kontak terakhirnya sempat mengabadikan momen tersebut dengan mengambil tangkapan layar wajah suaminya. Foto itu kini menjadi petunjuk berharga yang telah diserahkan kepada petugas guna membantu proses identifikasi. "Saya diminta mengirimkan foto yang memperlihatkan giginya. Kebetulan saat di-screenshot giginya terlihat jelas itu yang saya kirim" tutur Wike dengan suara bergetar.
Seharusnya Yudi dan Sukardi sudah tiba di Banjarmasin pada Minggu pagi. Namun hingga Selasa sore tidak ada satu pun kabar yang diterima keluarga. Ketidakpastian ini menciptakan ruang hampa yang dipenuhi kekhawatiran. Wike kini terus memantau perkembangan pencarian melalui jaringan teman-teman suaminya di Banjarmasin. Sebagai ibu dari tiga anak ia berusaha tegar di tengah badai ketidakpastian ini. Harapan besar tersemat agar suaminya segera ditemukan dalam keadaan selamat dan dapat kembali berkumpul bersama keluarga. Setiap detik yang berlalu terasa seperti penantian panjang yang menguji kesabaran dan kekuatan










































Tinggalkan komentar