Rahasia Sukses Siswa Bondowoso Juara Esai

Rahasia Sukses Siswa Bondowoso Juara Esai

Madurapost.co.id – Kegagalan bukanlah akhir dari segalanya, melainkan sebuah batu loncatan menuju kesuksesan yang lebih besar. Prinsip inilah yang dipegang teguh oleh Wijdan Shafly Maysa Putra, siswa SMA Negeri 2 Bondowoso, Jawa Timur. Siswa kelas XII tersebut kini tengah menikmati masa kejayaannya sebagai langganan juara dalam berbagai kompetisi menulis esai, baik di tingkat provinsi maupun nasional.

Perjalanan Shafly menuju puncak prestasi tidaklah instan. Ia harus melewati proses panjang yang penuh dengan air mata dan rasa putus asa. Sebelum akhirnya mahir dalam dunia kepenulisan, Shafly adalah seorang pejuang olimpiade yang kerap menelan pil pahit kekalahan. Ia mengaku telah mengalami kegagalan sebanyak 10 kali saat mengikuti berbagai ajang olimpiade.

Rahasia Sukses Siswa Bondowoso Juara Esai
Gambar Istimewa : cdn.antaranews.com

"Awalnya saya senang ikut olimpiade, tapi selalu gagal. Seingat saya, ada 10 kali gagal menjadi juara," kenang Shafly saat menceritakan masa lalunya.

COLLABMEDIANET

Rasa rendah diri sempat menghampiri, di mana ia merasa tidak layak untuk menjadi seorang pemenang. Namun, alih-alih menyerah, Shafly justru melakukan "banting setir" dengan mencoba bidang baru, yakni menulis esai. Menariknya, tantangan tidak langsung hilang. Di awal karier menulisnya, ia kembali mencicipi kegagalan sebanyak 10 kali. Namun, mentalitas pantang menyerah yang ia miliki membuatnya tetap bertahan dan terus belajar.

Kunci keberhasilan Shafly terletak pada ketekunannya dalam melakukan riset. Ia tidak hanya sekadar menulis, tetapi mempelajari pola karya para juara sebelumnya. Ia membedah model esai yang menang, lalu mengombinasikannya dengan literasi jurnal ilmiah yang mendalam. Menurutnya, kemampuan membaca adalah kunci utama untuk memenangkan kompetisi esai.

Berkat ketekunan tersebut, Shafly berhasil mengoleksi berbagai medali bergengsi dari kampus-kampus ternama di Indonesia. Pada tahun 2026 ini saja, ia telah mengantongi prestasi luar biasa, mulai dari juara pertama dan best paper di Universitas Brawijaya (UB) Malang, juara kedua di Universitas Diponegoro (Undip) Semarang, hingga juara ketiga di Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya dan Universitas Airlangga (Unair) Surabaya.

Dalam setiap karyanya, Shafly selalu berusaha memberikan solusi nyata atas permasalahan yang ada di masyarakat. Ia sering kali menawarkan ide berupa pengembangan aplikasi sebagai solusi atas isu-isu sosial atau lingkungan. Meski saat ini belum sampai pada tahap pembuatan prototipe, ide-ide yang ia tuangkan dinilai sangat inovatif.

Dukungan penuh juga datang dari keluarga dan sekolah. Ibunda Shafly, Muchlisa, mengaku sangat bangga melihat perkembangan anaknya. Ia dan suaminya selalu berusaha menguatkan mental Shafly setiap kali sang anak mengalami kegagalan di masa sekolah.

Kepala SMA Negeri 2 Bondowoso, Holifah Nur Azizah, MPd, turut menyampaikan rasa bangganya. Ia menyebut Shafly sebagai siswa yang memiliki kemampuan berpikir kritis dan inovatif. Ia berharap prestasi yang diraih Shafly dapat menular kepada adik-adik kelasnya di sekolah tersebut.

Menatap masa depan, Shafly memiliki cita-cita besar untuk melanjutkan studi di Institut Teknologi Bandung (ITB) pada bidang energi baru terbarukan. Ia berharap, kemampuan menulis dan ide-ide inovatif yang ia miliki dapat bermanfaat bagi kemaslahatan orang banyak, terutama dalam upaya penyelamatan lingkungan di masa depan.

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar