Madurapost.co.id – Kekalahan telak yang dialami RANS Nusantara FC dalam laga League Cup di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, Jawa Timur, menjadi alarm keras bagi seluruh jajaran tim. Menghadapi Arema FC, tim asuhan Kas Hartadi harus menelan pil pahit setelah menyerah dengan skor mencolok 0-4 pada Selasa kemarin. Hasil ini menjadi catatan evaluasi besar bagi sang pelatih untuk memperbaiki performa tim di kompetisi mendatang.
Pelatih RANS Nusantara FC, Kas Hartadi, mengungkapkan bahwa kekalahan tersebut memberikan banyak pelajaran berharga bagi anak asuhnya. Salah satu poin utama yang menjadi sorotan adalah kurangnya konsentrasi pemain dalam menjaga area pertahanan, terutama saat menghadapi situasi bola mati. Berdasarkan analisis pertandingan, dua dari empat gol yang bersarang di gawang RANS bermula dari kesalahan fatal pemain dalam mengantisipasi tendangan pojok lawan.

Kedua gol tersebut tercipta pada babak pertama melalui aksi Samuel Otusanya. Gol-gol tersebut merupakan hasil dari skema tendangan sudut Gustavo Franca yang gagal diantisipasi dengan baik oleh barisan pertahanan RANS. Kas Hartadi menilai bahwa pemainnya terlalu terpaku pada pergerakan bola sehingga melupakan kewaspadaan terhadap pergerakan pemain lawan di area kotak penalti.

Related Post
"Masalah utamanya adalah fokus. Pemain terlalu fokus melihat bola saja, sehingga kehilangan konsentrasi terhadap posisi lawan," ujar Kas Hartadi dalam sesi konferensi pers usai pertandingan.
Ia juga mengakui adanya perbedaan kematangan antara kedua tim. Arema FC tampil dengan komposisi pemain berpengalaman yang mampu memanfaatkan setiap celah sekecil apa pun menjadi gol. Hal ini kontras dengan RANS Nusantara FC yang saat ini lebih banyak mengandalkan sebelas pemain utama dari kalangan pemain muda yang masih dalam tahap pengembangan.
Meski harus menelan kekalahan besar, Kas Hartadi berharap kejadian ini menjadi motivasi bagi para pemain untuk meningkatkan kualitas individu maupun kolektif. Ia juga menekankan pentingnya kedalaman skuad sebagai persiapan menghadapi kompetisi Championship mendatang.
"Saya ingin melihat adanya pilihan pemain pengganti yang kompetitif, baik dari lini belakang, tengah, maupun depan, demi persiapan Championship," tambahnya.
Senada dengan pelatih, pemain RANS, Dias Angga, menekankan bahwa partisipasi dalam League Cup memiliki nilai strategis yang sama pentingnya dengan Liga Championship. Menurutnya, semakin banyak turnamen yang diikuti, semakin banyak pula jam terbang yang didapatkan pemain untuk menghadapi tim-tim tangguh dari Super League.
Kesiapan pemain dalam menghadapi berbagai kompetisi ini dinilai akan sangat membantu tim pelatih dalam melakukan rotasi skuad. Hal ini sangat krusial untuk menjaga stabilitas performa tim, terutama jika ada pemain yang harus absen karena akumulasi kartu kuning atau faktor kelelahan. Dengan pengalaman yang semakin matang, RANS diharapkan mampu tampil lebih solid di laga-laga berikutnya.



































Tinggalkan komentar