Sekolah Jadi Lumbung Pangan Lewat SIKAP

Madurapost.co.id – Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, melakukan aksi nyata dalam memperkuat kemandirian pangan nasional dengan menyasar sektor pendidikan. Bertempat di SMKN 4 Kota Probolinggo, Jawa Timur, pada Selasa, Khofifah memimpin aksi penanaman 100 bibit pohon sebagai bagian dari implementasi program Sekolah Inovatif Ketahanan Pangan (SIKAP).

Langkah strategis ini dilakukan untuk mengubah lingkungan sekolah tidak hanya sebagai tempat belajar teori, tetapi juga sebagai laboratorium hidup untuk mendukung ketahanan pangan. Dalam aksi tersebut, Khofifah menanam berbagai jenis pohon produktif, mulai dari mangga, alpukat, hingga kelengkeng. Kehadiran beliau didampingi langsung oleh Wali Kota Probolinggo Aminuddin dan Wakil Wali Kota Ina Dwi Lestari.

Sekolah Jadi Lumbung Pangan Lewat SIKAP
Gambar Istimewa : cdn.antaranews.com

Khofifah menekankan bahwa keterbatasan lahan di area sekolah bukanlah penghalang untuk memulai gerakan ini. Menurutnya, inovasi seperti penggunaan polibag dapat menjadi solusi efektif bagi sekolah-sekolah yang memiliki ruang terbuka hijau terbatas. Melalui metode ini, siswa dapat belajar budi daya tanaman hortikultura seperti cabai, terong, tomat, seledri, hingga kangkung secara praktis.

COLLABMEDIANET

"Kami ingin sekolah-sekolah di Jawa Timur menjadi pionir dalam penguatan ketahanan pangan di Indonesia. Program SIKAP ini dikembangkan untuk seluruh jenjang, mulai dari SMA, SMK, hingga SLB, baik negeri maupun swasta," ujar Khofifah di sela-sela kegiatannya.

Selain meninjau lahan tanam, Khofifah juga menyempatkan diri melihat pameran hasil karya siswa dari Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Probolinggo. Dalam pameran tersebut, terpampang berbagai produk unggulan dari sembilan stan yang menampilkan 32 jenis produk berbeda. Hasil kreativitas siswa ini mencakup komoditas segar seperti wortel dan kentang, hingga produk olahan bernilai ekonomi tinggi seperti dimsum, ikan marinasi, puding, serta minuman bunga telang.

Tak hanya fokus pada ketahanan pangan, kunjungan ini juga membawa misi sosial yang kuat. Khofifah menyerahkan bantuan pendidikan afirmasi kepada 224 siswa dari jenjang SMA, SMK, dan SLB di wilayah tersebut. Setiap siswa menerima bantuan sebesar Rp1 juta yang diharapkan dapat meringankan beban ekonomi keluarga dan mencegah angka putus sekolah.

Bantuan ini menyasar siswa dari kelompok ekonomi Desil 1 hingga Desil 4. Khofifah menegaskan bahwa Pemerintah Provinsi Jawa Timur berkomitmen penuh untuk memastikan setiap anak mendapatkan hak pendidikan mereka tanpa terkendala masalah finansial.

"Kami berkeliling ke berbagai kabupaten dan kota untuk memastikan beasiswa afirmasi ini sampai ke tangan yang tepat. Tujuannya agar tidak ada lagi alasan anak-anak berhenti sekolah karena kendala ekonomi. Kami ingin memastikan pendidikan mereka tetap lancar dan berlanjut," pungkasnya. Melalui sinergi antara pendidikan lingkungan dan bantuan sosial, Jawa Timur berupaya membangun sumber daya manusia yang tangguh sekaligus mandiri secara pangan.

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar