<strong>Madurapost.co.id – Kabupaten Probolinggo tengah menyiapkan terobosan baru untuk memperkuat sektor ekonomi kreatif melalui integrasi sektor pariwisata dan pemberdayaan pelaku usaha lokal. Langkah strategis ini muncul seiring dengan rencana pengembangan destinasi wisata ikonik, Bromo Sky Bridge, yang diproyeksikan tidak hanya menjadi magnet bagi wisatawan, tetapi juga sebagai panggung utama bagi produk-produk unggulan daerah.
Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Probolinggo, Ning Marisa Juwitasari, secara tegas menyatakan dukungannya terhadap rencana promosi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di kawasan tersebut. Dalam sebuah pertemuan resmi di Pendopo Praja Ngesti Wibawa pada Jumat lalu, Ning Marisa menyambut baik inisiatif penyelenggaraan "Sky Fashion", sebuah konsep peragaan busana yang akan digelar di atas jembatan kaca Bromo Sky Bridge.

Menurut Ning Marisa, destinasi wisata masa kini tidak boleh hanya sekadar menjadi tempat untuk berfoto atau menikmati pemandangan alam. Ia menekankan pentingnya memanfaatkan setiap ruang wisata sebagai media promosi yang efektif bagi karya desainer lokal dan produk kerajinan tangan khas Probolinggo. Dengan adanya Sky Fashion, diharapkan terjadi sinergi antara daya tarik visual wisata dengan nilai ekonomi dari produk kreatif.

Related Post
"Kami sangat mengapresiasi inisiatif dari pihak Bromo Sky Bridge. Ini adalah langkah cerdas untuk memberikan panggung bagi para desainer dan pelaku UMKM kita. Harapannya, kegiatan ini mampu memberikan dampak nyata bagi pertumbuhan ekonomi kreatif di Kabupaten Probolinggo," ujar Ning Marisa dalam keterangannya.
Lebih lanjut, ia berharap agar konsep ini melibatkan sebanyak mungkin perajin dan pelaku usaha lokal. Kolaborasi lintas sektor antara pemerintah daerah, pengelola wisata, Dekranasda, hingga pelaku usaha mandiri dianggap sebagai kunci utama agar produk lokal memiliki daya saing yang kuat di pasar yang lebih luas. "Mari kita dukung bersama agar kreativitas anak bangsa ini semakin dikenal luas oleh wisatawan mancanegara maupun domestik," tambahnya.
Di sisi lain, Manager Bromo Sky Bridge & Cafe, Bambang Heriwahjudi, menjelaskan bahwa kunjungan Dekranasda tersebut merupakan bagian dari persiapan matang menjelang grand opening destinasi mereka. Konsep Sky Fashion sengaja dirancang untuk memberikan pengalaman unik bagi pengunjung, di mana kemegahan jembatan kaca akan berpadu dengan estetika busana karya desainer lokal.
Bambang mengaku telah menerima banyak masukan berharga dari pihak Dekranasda untuk menyempurnakan konsep acara tersebut. Ia optimis bahwa melalui kolaborasi ini, Bromo Sky Bridge akan bertransformasi menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru yang memberikan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat sekitar. Melalui integrasi ini, Probolinggo diharapkan mampu memperkuat posisinya sebagai salah satu destinasi wisata berbasis ekonomi kreatif unggulan di Jawa Timur.






































Tinggalkan komentar