Madurapost.co.id – Pemerintah Kota (Pemkot) Madiun, Jawa Timur, kini tengah mengambil langkah strategis untuk membawa para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) menuju era digitalisasi. Fokus utama pemerintah saat ini adalah mendorong para pelaku usaha, terutama mereka yang menempati lapak-lapak milik pemerintah daerah, untuk mulai mengadopsi teknologi aplikasi kasir digital atau Point of Sales (POS).
Langkah ini diambil bukan tanpa alasan. Penggunaan teknologi kasir digital dianggap sebagai kunci utama untuk meningkatkan kualitas layanan sekaligus membangun kepercayaan konsumen terhadap produk lokal. Dengan sistem yang terdigitalisasi, setiap transaksi yang terjadi akan tercatat secara otomatis dan transparan, sehingga pelanggan merasa lebih aman saat berbelanja.

Plt Wali Kota Madiun, F. Bagus Panuntun, menjelaskan bahwa penerapan sistem POS ini memiliki dampak yang sangat luas, tidak hanya bagi pedagang itu sendiri, tetapi juga bagi pemerintah daerah. Menurutnya, pencatatan transaksi yang rapi akan menghasilkan data yang akurat mengenai perkembangan ekonomi di wilayah tersebut.

Related Post
"Data transaksi tersebut menjadi kunci penting untuk mengukur sejauh mana perkembangan UMKM dan bagaimana pertumbuhan ekonomi daerah kita. Dengan data yang valid, pemerintah kota dapat menentukan kebijakan atau intervensi yang tepat sasaran, serta melakukan evaluasi yang berkelanjutan sesuai dengan kebutuhan nyata di lapangan," ujar Bagus di Madiun, Sabtu.
Lebih lanjut, Bagus menekankan bahwa melalui data riil dari aplikasi kasir tersebut, dinas terkait dapat melakukan analisis mendalam. Pemerintah ingin mengetahui tren pendapatan serta kendala apa saja yang dihadapi oleh setiap lapak secara spesifik. Dengan demikian, program pembinaan yang diberikan pemerintah tidak lagi bersifat umum, melainkan lebih personal dan sesuai dengan permasalahan yang dihadapi masing-masing pelaku usaha.
Ia juga menegaskan bahwa program pelatihan bagi UMKM tidak boleh berhenti hanya pada seremoni atau penyampaian materi saja. Menurutnya, setiap pelatihan harus dibarengi dengan pendampingan intensif dan tindak lanjut yang terukur. Hasil evaluasi dari pendampingan inilah yang nantinya akan menentukan langkah strategis pemerintah selanjutnya dalam membina para pelaku usaha.
Selain fokus pada teknologi, Plt Wali Kota juga mengingatkan para pelaku UMKM agar tidak hanya mengejar promosi, tetapi juga menjaga konsistensi kualitas produk dan pelayanan. Menurutnya, pelayanan yang prima adalah kunci agar pelanggan merasa puas dan bersedia kembali lagi, atau bahkan merekomendasikan produk tersebut kepada orang lain.
Sebagai bagian dari rencana jangka panjang, Pemkot Madiun juga telah menyiapkan penguatan program pemberdayaan ekonomi yang akan difokuskan hingga tingkat kelurahan pada tahun 2027 mendatang. Melalui integrasi antara penggunaan teknologi POS dan pendampingan yang berkelanjutan, diharapkan ekosistem UMKM di Kota Madiun menjadi lebih tangguh, modern, dan berbasis data.




































Tinggalkan komentar