Madurapost.co.id – Upaya pencarian terhadap para korban hilang dalam tragedi tenggelamnya kapal KM Virgo Transport 8 terus dikebut oleh Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas). Hingga saat ini, tim penyelamat masih berjuang menyisir perairan Kalimantan Tengah guna menemukan sisa korban yang belum ditemukan di tengah luasnya lautan.
Operasi besar-besaran ini dilakukan setelah tim di lapangan berhasil mengevakuasi 18 jenazah dari perairan di sekitar wilayah Seruyan dan Sukamara. Meski sebagian korban telah ditemukan, kenyataan bahwa masih ada puluhan orang yang hilang menambah tekanan bagi tim SAR dalam menjalankan misi kemanusiaan ini.

Kepala Kantor SAR Banjarmasin sekaligus Koordinator Misi SAR, I Putu Sudayana, menyatakan bahwa pihaknya telah mengerahkan seluruh personel yang tersedia di wilayah Kalimantan Tengah. Untuk memastikan efektivitas di lapangan, Basarnas telah menunjuk Kepala Kantor SAR Palangka Raya sebagai koordinator utama operasi pencarian di provinsi tersebut.

Related Post
"Operasi SAR di Kalimantan Tengah sedang berjalan intensif. Seluruh personel telah kami kerahkan dan sejak kemarin terus menyisir kawasan tersebut, terutama di sepanjang garis pantai," ujar Putu dalam konferensi pers yang digelar pada Senin malam.
Pencarian ini tidak hanya mengandalkan personel Basarnas semata. Operasi ini merupakan kolaborasi lintas instansi yang melibatkan jajaran kepolisian, unit militer, hingga partisipasi aktif dari masyarakat setempat. Fokus utama pencarian saat ini adalah area pesisir dan perairan yang diduga menjadi titik jatuhnya korban.
Mengingat luasnya area pencarian, Basarnas juga memperluas jaringan koordinasi. Mereka menjalin komunikasi intensif dengan komunitas pesisir, para nelayan, hingga kantor-kantor SAR di wilayah lain seperti Pontianak, Sulawesi, dan Semarang. Langkah ini diambil untuk menyebarkan informasi pencarian melalui jaringan lokal agar jangkauan informasi semakin luas.
Sudayana menjelaskan bahwa koordinasi dengan wilayah luar Kalimantan sangat krusial. Hal ini dikarenakan banyak nelayan yang berasal dari Surabaya, Lamongan, Probolinggo, hingga Jawa Tengah yang rutin melaut di perairan sekitar Kalimantan. Kehadiran mereka di lokasi sangat diharapkan dapat membantu proses identifikasi atau penemuan korban.
Selain itu, Basarnas terus menyiarkan pesan darurat melalui Vessel Traffic Services (VTS). Pesan ini bertujuan untuk memperingatkan seluruh kapal yang melintasi rute kecelakaan agar tetap waspada dan segera memberikan bantuan jika menemukan korban di laut. Dukungan dari distrik navigasi melalui petugas Search and Rescue Officers (SRO) juga terus dikerahkan untuk menyebarkan pemberitahuan navigasi kepada kapal-kapal yang melintas di dekat lokasi kejadian.
Hingga Senin malam pukul 22.00 waktu setempat, yang menandai hari ke-16 operasi SAR, data terbaru menunjukkan perkembangan yang memprihatinkan. Dari total 243 orang yang terdaftar dalam manifes kapal, sebanyak 179 orang telah ditemukan. Rinciannya terdiri dari 108 orang selamat dan 71 orang dinyatakan meninggal dunia. Sementara itu, sebanyak 64 orang lainnya masih dinyatakan hilang dan terus dicari.
Melalui laporan dari madurapost.co.id, seluruh upaya maksimal terus dilakukan oleh berbagai lembaga terkait demi membawa pulang para korban yang masih hilang ke keluarga mereka.










































Tinggalkan komentar