Waspada Narkoba Cair Berkedok Vape

Waspada Narkoba Cair Berkedok Vape

Madurapost.co.id – Tren penggunaan rokok elektrik atau vape yang kian menjamur di tengah masyarakat, khususnya di kalangan generasi muda, kini menyimpan ancaman tersembunyi yang sangat berbahaya. Bukan sekadar masalah kesehatan paru-paru, perangkat yang dianggap modern ini kini mulai disalahgunakan oleh oknum tidak bertanggung jawab sebagai media untuk mengonsumsi narkotika jenis cair.

Dewan Pimpinan Daerah Gerakan Nasional Anti Narkotika (DPD Granat) Jawa Timur mengeluarkan peringatan keras terkait fenomena ini. Mereka menyoroti bahwa modus operandi peredaran gelap narkoba kini semakin canggih dengan memanfaatkan teknologi vape untuk menyisipkan zat-zat psikoaktif berbahaya yang sulit dideteksi secara kasat mata.

Waspada Narkoba Cair Berkedok Vape
Gambar Istimewa : cdn.antaranews.com

Ketua DPD Granat Jawa Timur, Arie Soeripan, menjelaskan bahwa pergeseran tren ini menjadi tantangan besar dalam upaya Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan, dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN). Menurutnya, banyak anak muda yang terjebak dalam penggunaan vape karena menganggapnya sebagai gaya hidup yang lebih aman dan keren dibandingkan rokok konvensional.

COLLABMEDIANET

"Padahal, realitanya rokok elektrik tetap mengandung nikotin dan berbagai zat kimia yang dapat memicu ketergantungan serta merusak kesehatan. Yang lebih mengkhawatirkan, perangkat ini mulai disusupi oleh sindikat tertentu untuk menyebarkan narkotika cair," ujar Arie dalam sebuah seminar edukatif di Surabaya, Sabtu.

Arie memaparkan bahwa zat-zat berbahaya seperti synthetic cannabinoid hingga etomidate kini mulai masuk ke dalam cairan vape. Hal ini membuat pengguna tidak menyadari bahwa mereka sedang mengonsumsi narkotika di balik kepulan asap yang terlihat biasa saja. Melalui seminar bertajuk "Di Balik Asap Vape: Risiko Kesehatan dan Konsekuensi Hukum", Granat Jatim berupaya membongkar fakta objektif ini agar masyarakat tidak terjebak dalam tren yang mematikan.

Acara yang digelar dalam rangka memperingati hari ulang tahun ke-27 Granat ini menghadirkan berbagai pakar lintas sektor. Hadir sebagai narasumber utama Kepala BNN Provinsi Jawa Timur, Brigjen Pol Budi Mulyanto, serta Kepala Bakesbangpol Provinsi Jawa Timur, Eddy Supriyanto. Dari sisi medis, dr. MY Safira Nugroho, SpKJ, seorang dosen Fakultas Kedokteran Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya, turut memaparkan dampak psikologis dan kesehatan dari penyalahgunaan zat tersebut.

Seminar ini bertujuan untuk meningkatkan kewaspadaan kolektif agar generasi muda terlindungi dari jeratan narkoba yang bersembunyi di balik tren gaya hidup modern. Masyarakat diharapkan tidak hanya menjadi konsumen pasif yang sekadar mengikuti tren, tetapi mampu menjadi agen perubahan yang sadar akan kesehatan dan patuh terhadap hukum.

"Kita harus menjadi generasi yang cerdas. Jangan hanya ikut-ikutan tren tanpa memahami risikonya. Mari kita wujudkan generasi yang sehat, produktif, dan berprestasi tanpa narkoba demi menyongsong visi Indonesia Emas 2045," tutup Arie dengan tegas.

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar