Misteri Hilangnya Nelayan di Perairan Ketapang

Misteri Hilangnya Nelayan di Perairan Ketapang

Madurapost.co.id – Upaya pencarian intensif tengah dilakukan oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sampang terhadap seorang nelayan yang dilaporkan hilang secara misterius di perairan Ketapang. Korban yang diketahui bernama Dodi (25), merupakan warga Dusun Pandian, Desa Tamberu Timur, Kecamatan Sokobanah, Kabupaten Sampang, kini tengah menjadi fokus utama dalam operasi penyelamatan di laut.

Peristiwa nahas ini bermula pada Rabu dini hari, 21 Oktober 2026. Berdasarkan kronologi yang dihimpun, Dodi berangkat melaut untuk mencari ikan bersama dua orang saudaranya sekitar pukul 02.00 WIB. Ketiganya menggunakan perahu masing-masing dengan tujuan mencari nafkah di sekitar area rumpon ikan yang terletak di perairan Ketapang.

Misteri Hilangnya Nelayan di Perairan Ketapang
Gambar Istimewa : cdn.antaranews.com

Kasi Kedaruratan dan Logistik BPBD Sampang, Mohammad Hozin, menjelaskan bahwa sebelum kejadian, Dodi sempat berpamitan kepada kedua saudaranya. Ia memutuskan untuk memisahkan diri dan melaju lebih jauh ke tengah laut, tepatnya menuju area yang oleh para nelayan lokal dikenal dengan sebutan "Obor Petronas". Sementara itu, kedua saudaranya memilih untuk tetap berada di lokasi awal untuk memancing.

COLLABMEDIANET

Kecemasan mulai muncul ketika setelah tiga jam berlalu, Dodi tak kunjung kembali ke titik pertemuan semula. Kedua saudaranya telah berulang kali mencoba menghubungi Dodi melalui telepon seluler, namun tidak ada jawaban sama sekali. Merasa ada yang tidak beres, kedua kerabat korban tersebut segera menyusuri lokasi yang ditunjuk Dodi, namun hasilnya nihil. Dodi tidak ditemukan di sekitar area "Obor Petronas" tersebut.

Keluarga korban yang panik kemudian melakukan pencarian mandiri pada keesokan harinya, Kamis, 22 Oktober 2026. Setelah upaya mandiri tidak membuahkan hasil, pihak keluarga melaporkan kejadian ini kepada aparat desa dan berlanjut ke Polsek Ketapang.

"Kami dari BPBD Pemkab Sampang menerima laporan mengenai nelayan hilang tersebut pagi ini dari pihak Polsek Ketapang," ujar Hozin saat memberikan keterangan kepada media.

Menindaklanjuti laporan tersebut, tim BPBD bersama unsur terkait langsung bergerak menuju Pantai Ketapang pada pukul 07.45 WIB. Tim menggunakan perahu karet untuk menyisir area yang diduga menjadi lokasi terakhir korban terlihat. Operasi pencarian difokuskan pada titik koordinat tempat Dodi memancing sebelum menghilang.

Hozin menambahkan bahwa upaya penyisiran dilakukan mulai pukul 13.00 WIB hingga sore hari sekitar pukul 16.30 WIB. Sayangnya, hingga operasi hari pertama berakhir, keberadaan Dodi belum juga ditemukan. "Pencarian belum membuahkan hasil, dan tim akan melanjutkan operasi besok," tegasnya.

Operasi pencarian besar-besaran ini tidak hanya melibatkan personel BPBD, tetapi juga melibatkan sinergi dari berbagai pihak, termasuk para nelayan setempat, personel Polsek Ketapang, serta anggota TNI dari Koramil Ketapang. Seluruh tim terus berupaya menembus kondisi laut demi menemukan korban.

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar