Target Ambisius Warisan Budaya Indonesia

Target Ambisius Warisan Budaya Indonesia

Madurapost.co.id – Pemerintah Indonesia tengah meluncurkan langkah besar untuk mengamankan kekayaan budaya bangsa dari ancaman kepunahan dan klaim pihak asing. Melalui Kementerian Kebudayaan, Indonesia menargetkan penetapan lebih dari seribu item baru sebagai Warisan Budaya Takbenda (WBTb) pada tahun 2026. Langkah ambisius ini diambil sebagai bentuk nyata perlindungan terhadap identitas nasional yang tersebar dari Sabang hingga Merauke.

Menteri Kebudayaan, Fadli Zon, mengungkapkan bahwa antusiasme pemerintah daerah dalam menjaga tradisi sangat tinggi. Hal ini terbukti dari banyaknya usulan yang masuk selama periode pengajuan pada awal tahun 2026. Tercatat sebanyak 1.534 proposal telah diajukan oleh 38 provinsi di seluruh Indonesia, mencakup berbagai aspek kehidupan masyarakat yang sangat beragam.

Target Ambisius Warisan Budaya Indonesia
Gambar Istimewa : cdn.antaranews.com

Proses seleksi dilakukan secara ketat melalui serangkaian sesi evaluasi oleh tim ahli. Fadli Zon menjelaskan bahwa setiap usulan dari pemerintah provinsi, kabupaten, hingga kota harus melewati penilaian mendalam untuk memastikan kelayakannya. Dalam sesi evaluasi pertama yang digelar pada pertengahan tahun, tim ahli telah merekomendasikan 260 proposal untuk ditetapkan secara resmi.

COLLABMEDIANET

Keberhasilan ini berlanjut pada sesi evaluasi kedua, di mana tambahan 290 proposal lainnya berhasil mendapatkan rekomendasi. Hingga memasuki bulan Oktober 2026, sebanyak 550 usulan telah dinyatakan layak, atau setara dengan 55 persen dari target tahunan yang ditetapkan. Pemerintah optimis, dengan adanya sesi evaluasi lanjutan pada bulan November, total penetapan akan menembus angka 1.038 item.

"Ini adalah pencapaian luar biasa yang memecahkan rekor. Jika kita bisa mencapai angka seribu, mengapa harus berhenti di angka ratusan? Padahal potensi kita mencapai puluhan ribu usulan," ujar Fadli Zon dengan penuh optimisme.

Keberagaman budaya yang diusulkan mencakup lima ranah utama. Dalam ranah tradisi lisan, terdapat nama-nama seperti tradisi Marinai dari Sumatera Barat dan aksara tradisional Buri Wolio dari Sulawesi Tenggara. Di bidang seni pertunjukan, tarian Ratoh Taloe dari Aceh dan musik Keroncong Betawi dari Jakarta menjadi sorotan utama.

Tak hanya itu, aspek adat istiadat seperti Garebeg Mulud Dal di Yogyakarta dan hari suci Tumpek di Bali juga masuk dalam daftar prioritas. Sementara itu, kearifan lokal terkait alam seperti terapi Cimande dari Jawa Barat serta kerajinan tangan seperti Batik Trusmi dan pembuatan Ogoh-ogoh dari Bali turut memperkaya daftar usulan tersebut.

Jika target ini tercapai, total akumulasi Warisan Budaya Takbenda Indonesia sejak tahun 2013 hingga 2026 diperkirakan akan menyentuh angka 3.765 item. Fadli Zon menegaskan bahwa pengakuan WBTb bukan sekadar administrasi, melainkan strategi untuk memperkuat pengakuan dunia terhadap kekayaan Indonesia sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat untuk terus melestarikan warisan leluhur mereka. Melansir laporan dari madurapost.co.id, upaya ini diharapkan menjadi benteng pertahanan budaya di tengah arus globalisasi yang kian deras.

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar