Madurapost.co.id – Kepulan asap putih pekat membubung tinggi dari kawasan Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Supit Urang, Kecamatan Sukun, Kota Malang, pada Rabu siang. Insiden kebakaran yang melanda pusat pembuangan sampah tersebut memicu kekhawatiran warga sekitar, mengingat lokasi kebakaran berada di area penumpukan limbah yang sangat luas.
Menanggapi situasi darurat tersebut, Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Malang bergerak cepat melakukan upaya pemadaman. Kepala UPT Damkar Kota Malang, Pandu Rizky Darmawan, mengonfirmasi bahwa pihaknya telah mengerahkan kekuatan penuh untuk menjinakkan api agar tidak meluas.

"Kami menerima laporan mengenai kebakaran di TPA Supit Urang sekitar pukul 13.00 WIB dari Plt Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH). Segera setelah laporan diterima, kami langsung menerjunkan 50 personel ke lokasi kejadian," ujar Pandu saat memberikan keterangan di lokasi kebakaran.

Related Post
Operasi pemadaman ini melibatkan kekuatan besar dari berbagai pihak. Sebanyak enam unit kendaraan pemadam kebakaran milik Damkar Kota Malang dikerahkan ke lokasi. Tak hanya itu, bantuan juga datang dari Damkar Kabupaten Malang dengan mengirimkan dua unit truk pemadam. Dengan demikian, total terdapat delapan unit kendaraan pemadam api yang bersiaga di titik api.
Selain armada pemadam, bantuan pasokan air juga terus mengalir dari tangki milik DLH dan PDAM. Petugas di lapangan juga tengah menunggu bantuan tambahan dari tim Damkar Universitas Brawijaya serta dukungan dari PT Bentoel. Untuk mengantisipasi korban luka akibat asap atau panas, tim dari Dinas Kesehatan dan relawan medis juga telah disiagakan di sekitar lokasi.
Proses pemadaman di TPA Supit Urang ini tergolong sangat menantang dan berisiko tinggi. Pandu menjelaskan bahwa tumpukan sampah di TPA tersebut mengandung gas metana yang sangat mudah terbakar. Hal ini menyebabkan munculnya suara ledakan di beberapa titik selama proses pemadaman berlangsung.
"Karena adanya kandungan gas metana, kami harus bekerja dengan sangat hati-hati. Selain itu, tantangan lainnya adalah api tersembunyi. Meskipun bagian permukaan tampak sudah padam, api seringkali masih tertanam jauh di dalam tumpukan sampah yang tidak terlihat secara kasat mata," jelasnya.
Meski asap tebal terlihat hingga ke area pemukiman penduduk, pihak Damkar memastikan bahwa titik api masih berada pada jarak yang aman dari rumah-rumah warga. Petugas pun melakukan teknik penyekatan dengan cara membasahi area di sekitar jalur potensi api guna mencegah terjadinya penjalaran api ke wilayah pemukiman.
Di lokasi kejadian, terlihat kesibukan petugas yang mengoperasikan kendaraan pemadam dan truk tangki yang hilir mudik menyuplai air. Sementara itu, sejumlah petugas berjaga ketat di gerbang masuk TPA Supit Urang untuk memastikan warga tidak mendekat ke zona berbahaya demi keamanan bersama.










































Tinggalkan komentar