<strong>Madurapost.co.id – Kesadaran kolektif masyarakat dalam menjaga kelestarian lingkungan menjadi kunci utama dalam meminimalisir risiko bencana alam. Hal ini ditegaskan oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Batu, Jawa Timur, yang menyebut bahwa kepedulian warga adalah fondasi paling mendasar untuk mencegah kerugian, baik dari sisi sosial maupun ekonomi akibat bencana.
Kepala Pelaksana BPBD Kota Batu, Suwoko, menjelaskan bahwa upaya mitigasi bencana tidak harus selalu dimulai dengan langkah-langkah besar yang rumit. Sebaliknya, pencegahan dapat dimulai dari unit terkecil dalam kehidupan sosial, yaitu lingkungan rumah tangga. Ia menekankan pentingnya setiap individu untuk proaktif memeriksa kondisi hunian mereka, terutama dalam memastikan saluran air berfungsi dengan baik agar tidak terjadi genangan saat musim hujan tiba.

"Masyarakat tidak boleh bersikap pasif atau hanya menunggu bencana datang beserta dampak buruknya. Langkah preventif harus dimulai dari rumah masing-masing, kemudian perlahan dikembangkan ke lingkup lingkungan yang lebih luas," ujar Suwoko saat memberikan keterangan di Kota Batu, Rabu.

Related Post
Menurut Suwoko, jika kepedulian terhadap lingkungan sudah tumbuh dengan kuat di tengah masyarakat, maka akan lahir kesadaran alami mengenai pentingnya menjaga keseimbangan alam. Ia mengingatkan bahwa berbagai fenomena bencana seperti banjir, tanah longsor, hingga kebakaran hutan dan lahan (karhutla) sering kali merupakan dampak langsung dari aktivitas manusia yang mengganggu stabilitas ekosistem.
Sebagai contoh konkret, ia menyoroti kasus kebakaran hutan dan lahan. Suwoko menegaskan bahwa kebakaran di area hutan tidak akan terjadi secara alami tanpa adanya pemicu, salah satunya adalah aktivitas pembakaran yang dilakukan oleh manusia. Dengan demikian, bencana alam sering kali merupakan konsekuensi logis dari tindakan manusia yang kurang bertanggung jawab terhadap alam.
"Pada dasarnya, tidak ada kebakaran hutan yang murni disebabkan oleh alam tanpa adanya unsur kelalaian manusia. Bencana memang sesuatu yang tidak bisa kita tolak kehadirannya, namun kemunculannya sangat bisa kita cegah atau setidaknya risiko dampaknya bisa kita perkecil," tambahnya.
Lebih lanjut, pihak BPBD Kota Batu menyadari bahwa segala bentuk strategi, kebijakan, maupun upaya mitigasi yang telah disusun oleh pemerintah daerah bersama para pemangku kepentingan tidak akan berjalan optimal jika tidak mendapatkan dukungan penuh dari masyarakat. Sinergi antara pemerintah dan warga menjadi syarat mutlak dalam menciptakan lingkungan yang aman dan tangguh bencana.
Oleh karena itu, BPBD mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk menyamakan persepsi dan visi dalam menjaga kelestarian alam. Dengan langkah bersama, diharapkan keseimbangan lingkungan dapat terjaga sehingga potensi bencana dapat ditekan seminimal mungkin.
"Harapan kita adalah melihat lingkungan kembali hijau dan asri. Kita harus berjalan beriringan dalam menjaga alam ini, karena meskipun kita waspada, potensi bencana akan selalu ada jika kita lengah," tutup Suwoko.



































Tinggalkan komentar