Madurapost.co.id – Dunia riset dan teknologi di Indonesia kembali mencatatkan prestasi membanggakan. Tim peneliti dari Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Jawa Timur berhasil mengukir sejarah dengan meraih penghargaan dari Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI). Pencapaian ini diraih setelah tim tersebut sukses melakukan analisis mendalam terhadap lebih dari 12 juta akun digital guna memetakan opini publik terkait pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
Penghargaan MURI tersebut diberikan kepada tim peneliti UPN Veteran Jatim dalam kategori analisis opini publik digital terbanyak. Penyerahan penghargaan ini dilakukan di Surabaya pada Rabu lalu. Dalam proses peraihannya, Prof. Catur Suratnoaji selaku anggota tim peneliti menjelaskan bahwa keberhasilan ini merupakan buah dari pemanfaatan teknologi digital yang semakin masif di tengah masyarakat.

Menurut Prof. Catur, pesatnya perkembangan media sosial telah membuka cakrawala baru dalam penelitian sosial. Saat ini, opini publik tidak lagi hanya bisa dibaca melalui survei konvensional, melainkan dapat dilihat secara langsung melalui unggahan, komentar, dan berbagai interaksi digital yang terjadi secara real-time.

Related Post
"Penelitian ini tidak sekadar menghitung jumlah percakapan di dunia maya. Kami juga mengidentifikasi akun-akun yang terlibat aktif dalam pembentukan opini publik mengenai pemerintahan Presiden Prabowo," ujar Prof. Catur di Surabaya.
Berdasarkan data yang dikumpulkan, tercatat sebanyak 12.474.536 akun teridentifikasi terlibat dalam percakapan mengenai pemerintahan Prabowo. Angka fantastis inilah yang menjadi dasar utama bagi tim peneliti untuk mengajukan rekor ke MURI. Meski demikian, Prof. Catur memberikan catatan penting bahwa jumlah akun tersebut tidak serta-merta merepresentasikan jumlah individu secara mutlak, mengingat satu orang dapat memiliki lebih dari satu akun digital.
Dalam menjalankan riset berskala besar ini, tim peneliti menggunakan pendekatan mutakhir yakni big data analytics dan Ilmu Sosial Komputasional (Computational Social Science). Metode ini digunakan untuk memetakan dinamika opini publik di media sosial secara akurat. Proses pengumpulan data dilakukan dengan menyisir berbagai kata kunci strategis, seperti "Prabowo", "Presiden Prabowo", hingga "Kabinet Merah Putih", serta berbagai tagar yang relevan dengan isu pemerintahan.
Proses pengolahan data dilakukan dengan sangat ketat untuk menjamin validitas. Tim melakukan tahapan penghapusan data ganda, penyaringan terhadap akun spam dan bot, normalisasi teks, hingga validasi metadata. Melalui rangkaian metode ini, tim mampu menganalisis sentimen, emosi, topik yang sedang hangat dibicarakan, hingga pola hubungan antarpengguna di ruang digital.
Selain itu, tim juga menerapkan Social Network Analysis (SNA) untuk melihat pola interaksi dan bagaimana sebuah informasi menyebar dalam jaringan komunikasi digital. Prof. Catur menekankan bahwa penelitian berbasis data besar ini memberikan perspektif yang berbeda dibandingkan survei konvensional. Jika survei bergantung pada teknik pengambilan sampel responden, analisis data besar mengamati jejak komunikasi yang muncul secara alami di ruang digital.
Sebelum akhirnya menetapkan rekor ini, tim peneliti UPN Jatim telah melakukan penelusuran mendalam terhadap berbagai kategori di MURI. Mereka mencari kategori yang spesifik menggunakan jumlah akun atau aktor komunikasi digital sebagai indikator analisis opini publik, namun belum ditemukan kategori yang serupa. Hal inilah yang membuat penelitian ini dianggap memiliki kebaruan (novelty) yang tinggi, baik dari segi jumlah data maupun metode yang digunakan untuk memahami dinamika masyarakat.



































Tinggalkan komentar