Rahasia Perusahaan Jatim Raih Talenta Terbaik

Rahasia Perusahaan Jatim Raih Talenta Terbaik

Madurapost.co.id – Persaingan dunia industri di Jawa Timur kini tidak lagi hanya bertumpu pada besaran gaji pokok semata. Ada satu instrumen krusial yang mulai menjadi perhatian serius para pelaku usaha untuk memenangkan perang talenta, yakni penguatan program dana pensiun bagi para karyawan. Hal ini muncul sebagai respons terhadap tren kesejahteraan jangka panjang yang kini menjadi indikator utama daya tarik sebuah perusahaan di mata tenaga kerja profesional.

PT Barron Insurance Brokers (BPA Brokers) secara resmi mendorong perusahaan-perusahaan yang beroperasi di wilayah Jawa Timur untuk memperkokoh struktur dana pensiun mereka. Langkah ini dinilai strategis, mengingat aset dana pensiun di provinsi ini telah menyentuh angka Rp4,52 triliun hingga Juli 2025. Penguatan ini bukan sekadar kewajiban administratif, melainkan investasi strategis untuk membangun loyalitas karyawan.

Rahasia Perusahaan Jatim Raih Talenta Terbaik
Gambar Istimewa : cdn.antaranews.com

President Director BPA Brokers, M K Rangganata, mengungkapkan bahwa program pensiun yang solid dapat menjadi nilai tambah yang signifikan bagi perusahaan. Di tengah ketatnya kompetisi untuk mendapatkan talenta terbaik, perusahaan yang mampu menjamin masa tua karyawannya akan memiliki posisi tawar yang lebih tinggi. "Mendirikan Dana Pensiun Pemberi Kerja (DPPK) kerap menjadi tonggak yang membanggakan bagi pendiri dan pemilik perusahaan. Bagi karyawan, program ini memberikan rasa aman bahwa kerja keras mereka dihargai hingga usia purnabakti," ujar Rangganata saat memberikan keterangan di Surabaya.

COLLABMEDIANET

Jika menilik peta distribusi aset secara nasional, terlihat adanya ketimpangan yang cukup mencolok. Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) per Juli 2025, konsentrasi aset dana pensiun masih sangat terpusat di Jakarta dengan nilai mencapai Rp326,94 triliun atau mencakup 83 persen dari total nasional. Jawa Barat menyusul dengan Rp25,5 triliun, diikuti Banten sebesar Rp6,12 triliun, dan Kalimantan Timur di angka Rp2,27 triliun. Kondisi ini menunjukkan bahwa potensi pengembangan dana pensiun di daerah seperti Jawa Timur masih sangat terbuka lebar.

Namun, mengelola dana pensiun bukanlah perkara mudah. Rangganata menjelaskan bahwa skema manfaat pasti sangat rentan terhadap dinamika ekonomi yang dapat memengaruhi Rasio Kecukupan Dana (RKD). Fluktuasi ekonomi seringkali memaksa perusahaan untuk menyetorkan iuran tambahan guna menjaga stabilitas dana. Oleh karena itu, perencanaan yang matang dan pendampingan dari tenaga profesional menjadi kunci agar pengelolaan dana tetap selaras dengan kemampuan finansial perusahaan.

Menanggapi tantangan tersebut, Direktur BPA Brokers, Dede Hikmat Adhari, menjelaskan bahwa pihaknya telah menyiapkan empat pilar layanan pendampingan. Layanan tersebut mencakup kajian keberlanjutan DPPK, perencanaan migrasi ke Program Pensiun Iuran Pasti (PPIP), pemilihan Dana Pensiun Lembaga Keuangan (DPLK) dan anuitas, hingga asistensi koordinasi dengan aktuaris serta regulator.

"Kami tidak hanya memberikan rekomendasi di atas kertas. Kami mendampingi klien mulai dari koordinasi dengan aktuaris hingga ke otoritas terkait, sehingga manajemen memiliki mitra yang memahami prosesnya secara menyeluruh," tegas Dede. Menurutnya, kebutuhan akan program pensiun ini merambah ke berbagai sektor, mulai dari energi, pertambangan, hingga jasa dan perdagangan di seluruh pelosok Indonesia.

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar