Wadah Kreativitas Pemuda Mojokerto

Wadah Kreativitas Pemuda Mojokerto

Madurapost.co.id – Pemerintah Kota Mojokerto terus menunjukkan komitmen serius dalam mencetak generasi muda yang kompetitif dan berkarakter. Melalui perhelatan Festival Pemuda Kota Mojokerto yang digelar sepanjang 17 hingga 28 Oktober 2026, pemerintah daerah berupaya menyediakan panggung luas bagi para pemuda untuk mengeksplorasi potensi, mengasah kreativitas, hingga meraih prestasi di berbagai bidang.

Wali Kota Mojokerto, Ika Puspitasari, menegaskan bahwa festival ini bukan sekadar perayaan rutin tahunan, melainkan sebuah ruang strategis bagi generasi milenial dan Gen Z untuk menunjukkan kemampuan terbaik mereka. Menurut sosok yang akrab disapa Ning Ita ini, pemerintah memiliki tanggung jawab besar untuk memfasilitasi pengembangan bakat anak muda, baik yang berbasis pada kemampuan akademik maupun nonakademik.

Wadah Kreativitas Pemuda Mojokerto
Gambar Istimewa : cdn.antaranews.com

"Kegiatan ini dirancang sebagai wadah bagi para pemuda untuk melahirkan kreativitas. Kami telah menyiapkan berbagai sarana dan prasarana pendukung agar mereka dapat berekspresi dengan maksimal," ujar Ning Ita dalam keterangannya di Kota Mojokerto, Minggu.

COLLABMEDIANET

Festival Pemuda 2026 ini menyuguhkan agenda yang sangat variatif dan inklusif. Mulai dari aksi lingkungan melalui penanaman pohon dan tanaman produktif guna memperkuat ketahanan pangan, hingga ajang unjuk bakat seperti Youth Got Talent dan Youth Creative Booth. Tak ketinggalan, kompetisi modern seperti e-sport dan Festival Barista se-Jawa Timur juga turut memeriahkan acara, yang menunjukkan bahwa pemerintah sangat adaptif terhadap tren minat anak muda saat ini.

Selain itu, terdapat pula program Mojokampus, pemilihan Duta Antinarkoba, hingga ajang Difabis Fashion yang memberikan ruang istimewa bagi karya-karya penyandang disabilitas. Keberagaman agenda ini diharapkan mampu memicu lahirnya gagasan-gagasan baru yang bermanfaat bagi masyarakat luas.

Lebih jauh, Ning Ita menjelaskan bahwa dukungan terhadap kreativitas tidak berhenti pada festival saja. Pemkot Mojokerto telah menyediakan lima jenis inkubator pengembangan, salah satunya adalah inkubator multimedia. Fasilitas ini diharapkan menjadi jembatan bagi masyarakat untuk melahirkan karya-karya unggul demi mewujudkan visi Kota Mojokerto yang maju.

Di sisi lain, dukungan terhadap kualitas sumber daya manusia (SDM) juga diperkuat melalui sektor pendidikan. Melalui program beasiswa Pro Bestari 2026, sebanyak 300 mahasiswa di Kota Mojokerto berhasil mendapatkan bantuan dana pendidikan dengan total anggaran mencapai Rp1,08 miliar. Dari jumlah tersebut, 276 mahasiswa lolos melalui jalur indeks prestasi di perguruan tinggi negeri, sementara 24 lainnya melalui jalur prestasi lomba. Setiap mahasiswa menerima bantuan sebesar Rp3,6 juta untuk satu semester.

Menutup pernyataannya, Ning Ita mengajak seluruh elemen masyarakat, mulai dari sektor swasta hingga dunia usaha, untuk bersinergi dalam membangun kualitas SDM. "Mari kita perkuat sinergi untuk mencetak generasi emas dari Bumi Majapahit ini, sebagai kontribusi nyata dalam menyongsong Indonesia Emas 2045," pungkasnya. Melalui langkah konkret ini, Pemkot Mojokerto berharap pemuda tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga kreatif dan mampu berkontribusi aktif dalam pembangunan daerah.

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar